• REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Februari 13, 2026
Aksipost.com
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Aksipost.com
No Result
View All Result
Jambi Pangkas Rantai Pasok Komoditas Penyebab Inflasi

Jambi Pangkas Rantai Pasok Komoditas Penyebab Inflasi

26 Juli 2018
in DAERAH

Jambi, AP – Pemerintah Provinsi Jambi akan memangkas rantai pasok beberapa komoditas yang menyebabkan inflasi di daerah itu hingga mencapai 4,23 persen (yoy) pada Juni 2018 atau lebih tinggi dari nasional.

“Pemprov Jambi terus berupaya menekan inflasi, salah satunya dengan memangkas rantai pasok beberapa komoditas seperti komoditas volatile food serta menciptakan insentif untuk mengurangi barrier to entry pada beberapa pasar komoditas,” kata Pelaksana Tugas Gubernur Jambi, Fachrori Umar, Kamis (26/07).

Berita Lainnya

TMMD ke-127 di Bajubang Resmi Dimulai, Bupati Batang Hari Pimpin Upacara

Gubernur Jambi Umrohkan Orang Tua Peraih Emas PON Aceh–Sumut

Al Haris Ganti Pejabat Pemprov Jambi, Fery Kusnadi ke Arief Munandar

Usai menghadiri rapat koordinasi nasional pengendalian inflasi 2018 di Jakarta yang dihadiri Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Fachrori mengatakan dalam menekan inflasi pihaknya juga akan melakukan penguatan konektivitas, seperti melakukan peningkatan kualitas jalan mantap dan meningkatkan kapasitas pelabuhan guna mendukung perdagangan antar daerah.

Selain itu katanya juga akan dilakukan pemantauan secara berkala maupun review terhadap harga yang ditetapkan pemerintah, hal itu untuk mengidentifikasi pengunaan tarif di luar batas yang telah ditetapkan.

“Kami juga akan memperkuat koordinasi dengan Pertamina untuk menjamin ketersediaan bahan bakar minyak baik bersubsidi maupun non subsidi,” katanya.

Menurutnya dalam menekan angka inflasi, sangat dibutuhkan kerja sama dan sinergi yang baik mulai dari pemerintah provinsi hingga aparat pemerintahan desa karena semua tingkatan memiliki peranannya masing masing.

Dijelaskannya, dalam 10 tahun terakhir inflasi Provinsi Jambi cenderung searah dengan inflasi nasional yang terus bergerak turun.

Namun pada 2018 inflasi Provinsi Jambi cenderung meningkat mencapai angka 4,23 persen (yoy) pada Juni 2018 bahkan lebih tinggi dari inflasi nasional yang berada pada angka 3,12 persen (yoy).

Penyebab utama tingginya inflasi Jambi kata Fachrori adalah kenaikan pada volatile food, administered price dan komoditas inti.

“Karena itu dalam upaya menekan angka inflasi ini diperlukan penguatan konektivitas baik darat maupun perairan guna mendukung perdagangan antar daerah,” katanya menambahkan.

Sebelumnya Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi, Bayu Martanto mengatakan Provinsi Jambi tercatat mengalami inflasi 1,30 persen (mtm) atau secara tahunan 4,23 persen (yoy) pada Juni 2018.

Angka inflasi itu lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 0,59 persen (mtm) atau 3,12 persen (yoy).

Bayu mengatakan inflasi Provinsi Jambi disumbangkan oleh Kota Jambi yang tercatat mengalami inflasi 1,41 persen (mtm) dengan inflasi tahunan sebesar 4,43 persen (yoy). Dan Kabupaten Bungo dengan inflasi sebesar 0,31 persen (mtm) atau secara tahunan mengalami inflasi 2,39 persen (yoy).

Secara komoditas, angkutan udara kata Bayu memberikan kontribusi signifikan terhadap realisasi inflasi Jambi pada Juni yaitu 0,4 persen. Kemudian komoditas lain yang memberikan kontribusi inflasi terbesar di Provinsi Jambi yaitu angkutan antar kota 0,18 persen, cabai merah 0,17 persen, udang basah 0,10 persen dan ikan gabus 0,06 persen.

Sejalan dengan Kota Jambi, inflasi Kabupaten Bungo utamanya juga didorong oleh komoditas administered price dan volatile food.

Kelompok administered price yang menjadi penyumbang utama inflasi diantaranya adalah tarif kendaraan travel, angkutan antar kot, dan angkutan udara.

Selain itu inflasi Kabupaten Bungo terutama didorong oleh kenaikan harga daging ayam ras, telur ayam ras, jeruk, cabe rawit, jengkol, dan bayam pada komoditas volatile food. ant

ShareTweetSend
Previous Post

Kemarau, Saluran Irigasi tak Berpungsi Sawah di Mangun Jayo Kekeringan

Next Post

Kejaksaan Bidik Tersangka Baru Korupsi Perumahan PNS

Related Posts

TMMD ke-127 di Bajubang Resmi Dimulai, Bupati Batang Hari Pimpin Upacara

TMMD ke-127 di Bajubang Resmi Dimulai, Bupati Batang Hari Pimpin Upacara

10 Februari 2026
Gubernur Jambi Umrohkan Orang Tua Peraih Emas PON Aceh–Sumut

Gubernur Jambi Umrohkan Orang Tua Peraih Emas PON Aceh–Sumut

4 Februari 2026
Al Haris Ganti Pejabat Pemprov Jambi, Fery Kusnadi ke Arief Munandar

Al Haris Ganti Pejabat Pemprov Jambi, Fery Kusnadi ke Arief Munandar

4 Februari 2026
Akhirnya Gunungan Sampah di RSUD Raden Mattaher Diangkut, Atas Perintah Plt Direktur

Akhirnya Gunungan Sampah di RSUD Raden Mattaher Diangkut, Atas Perintah Plt Direktur

3 Februari 2026
MUI Jalin Silaturahmi dengan Kapolda Jambi

MUI Jalin Silaturahmi dengan Kapolda Jambi

29 Januari 2026
Temui Bappenas, Bupati Dillah Pertajam Rencana Hilirisasi Kelapa Dalam

Temui Bappenas, Bupati Dillah Pertajam Rencana Hilirisasi Kelapa Dalam

28 Januari 2026
  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In