• REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
Selasa, April 7, 2026
Aksipost.com
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Aksipost.com
No Result
View All Result
Gedung Museum Adat Jadi Tenpat Hisap Lem dan Komix

Gedung Museum Adat Jadi Tenpat Hisap Lem dan Komix

31 Juli 2018
in MILENIAL

Sungaipenuh, AP – Gedung Museum Adat kota Sungaipenuh, di kecamatan hamparan rawang, yang dibangun milyaran, saat ini hanya sebagai tempat anak-anak menghisap Lem dan Komix.

Kondisi ini membuat resah warga sekitar. Informasi yang berhasil dihimpun, sejak diserah terimakan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota Sungaipenuh, 3 bulan lalu, kondisinya terbangkalai dan tidak dihuni.

Berita Lainnya

Diduga Slogan Kebijakan Pemerintah Dijadikan Alat Kejahatan

Liga 4 Jambi 2026 Bergulir 10 April, 7 Tim Siap Bertarung Rebut Tiket Nasional

Kalapas IIA Jambi: Kami Terbuka Terhadap Kritik Membangun

“Pintu masuk museum tidak dikunci makanya banyak anak-anak muda yang bebas masuk. Kalau malam-malam mereka jadikan tempat mabuk Lem dan komix. Makanya banyak botol lem dan bungkus komik didalam dan di teras museum,” kata Nopi Sutiarno salah seorang warga setempat.

Sementara itu, Camat Hamparan Rawang, Sev Eka Putra dikonfirmasi mengaku baru mendapat informasi tersebut. Dia pun berharap museum tersebut bisa segera difungsikan oleh dinas terkait.

“Ya, saya baru dapat kabar kalau pintu museum terbuka. Makanya orang bebas masuk, dan karena tidak ada dihuni maka difungsikan sebagai tempat maksiat. Kita harap Dinas terkait untuk segera menutup pintu museum atau memfungsikan museum adat tersebut,” harapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Zulwahdi saat dikonfirmasi wartawan, mengaku hal itu tidak mesti dilaporkan ke pihaknya.  Menurutnya terkait disalah gunakannya museum sebagai tempat maksiat dirinya menyebutkan itu urusan camat.

“Itu bukan urusan kami. Kalau museum itu digunakan sebagai tempat maksiat itu tanggungjawab Camat setempat”, singkatnya. (hen)

ShareTweetSend
Previous Post

Dewan Bakal Panggil Semua Pihak Terkait Pilkades Dua Desa

Next Post

Kecamatan Pemayung Terancam Gagal Dimekarkan.

Related Posts

Diduga Slogan Kebijakan Pemerintah Dijadikan Alat Kejahatan

Diduga Slogan Kebijakan Pemerintah Dijadikan Alat Kejahatan

5 April 2026
Cek Persiapan Venue Piala Dunia di Palembang

Liga 4 Jambi 2026 Bergulir 10 April, 7 Tim Siap Bertarung Rebut Tiket Nasional

5 April 2026
Kalapas IIA Jambi: Kami Terbuka Terhadap Kritik Membangun

Kalapas IIA Jambi: Kami Terbuka Terhadap Kritik Membangun

1 April 2026
KAJIAN KEPUSTAKAAN DAN ANALISIS PUBLIK TERKAIT DINAMIKA KEPRIBADIAN KEPEMIMPINAN DAN SERANGAN SIBER TERHADAP GUBERNUR JAMBI AL HARIS

KAJIAN KEPUSTAKAAN DAN ANALISIS PUBLIK TERKAIT DINAMIKA KEPRIBADIAN KEPEMIMPINAN DAN SERANGAN SIBER TERHADAP GUBERNUR JAMBI AL HARIS

13 Maret 2026
Soal Hukum dan Pemprov Jambi, Pengamat: Biarkan Perangkat Hukum Bekerja, Waspada Penggiringan Opini!

Soal Hukum dan Pemprov Jambi, Pengamat: Biarkan Perangkat Hukum Bekerja, Waspada Penggiringan Opini!

10 Maret 2026
Semangat Warga RT 01 Bagan Pete Bagi-bagi Takjil Gratis di Jalan Lintas

Semangat Warga RT 01 Bagan Pete Bagi-bagi Takjil Gratis di Jalan Lintas

8 Maret 2026
  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In