• REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Maret 7, 2026
Aksipost.com
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Aksipost.com
No Result
View All Result
Jas Hujan Tak Aman Dari Corona

Jas hujan bisa digunakan paling praktis saat berkendara. Ilustrasi

Jas Hujan Tak Aman Dari Corona

27 April 2020
in DAERAH

JURU Bicara Gugus Tugas Penanganan Penyebaran COVID-19 Sulawesi Utara, dr Steaven Dandel mengingatkan jas hujan tidak akan aman melindungi diri dari bahaya penularan Virus Corona Disease 2019.

Para petugas medis, biasanya menggunakan setelan pakaian hazmat (hazardous materials) ketika melakukan penanganan pasien COVID-19. Sementara jas hujan hanya dirancang untuk mencegah supaya penggunanya tidak basah (waterproof).

Berita Lainnya

Jambi Berduka, Ariansyah: Selamat Jalan Ade Ambon

Safari Ramadhan di Pamenang, Gubernur Al Haris Ajak Perkuat Akhlak dan Peran Keluarga

Setahun Dillah – Muslimin Pimpin Tanjabtim, Simak Prestasinya?

“Ketika menggunakan jas hujan, maka ada pengurangan standar alat pelindung diri,” kata dr Steaven di Manado, Minggu (26/4).

Karena itu, kata dr Steaven, pemerintah provinsi sudah membagi ke seluruh kabupaten dan kota pada tahap pertama dan tahap kedua masing-masing sebanyak 300 APD, di luar yang diberikan ke rumah sakit.

“Kami juga berharap harusnya ada refocusing anggaran dari kabupaten kota untuk menopang petugas kesehatan yang ada di garis terdepan sehingga diri mereka terlindungi saat menjalankan tugas,” ajaknya.

Dia menambahkan tidak semua pasien dalam pengawasan (PDP) kontak pertamanya ada di rumah sakit. Karena bisa saja, PDP tersebut mendatangi puskesmas untuk mengeluhkan gejala sakitnya.

“Karena itu perlu dipahami juga kabupaten-kota agar upaya perlindungan pada petugas kesehatan itu dimulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama yaitu puskesmas, dokter praktik mandiri dan juga kemudian ke fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut di rumah sakit,” katanya. (Ant)

ShareTweetSend
Previous Post

Tiga Komoditas Agak Tersendat, Mentan: Karena Masih Impor

Next Post

Jangan Lagi Kucilkan Jamaah Tabligh Gowa

Related Posts

Jambi Berduka, Ariansyah: Selamat Jalan Ade Ambon

Jambi Berduka, Ariansyah: Selamat Jalan Ade Ambon

4 Maret 2026
Safari Ramadhan di Pamenang, Gubernur Al Haris Ajak Perkuat Akhlak dan Peran Keluarga

Safari Ramadhan di Pamenang, Gubernur Al Haris Ajak Perkuat Akhlak dan Peran Keluarga

28 Februari 2026
Setahun Dillah – Muslimin Pimpin Tanjabtim, Simak Prestasinya?

Setahun Dillah – Muslimin Pimpin Tanjabtim, Simak Prestasinya?

27 Februari 2026
Jaga Keamanan Pangan, Karantina Jambi Rutin Lakukan Pengawasan

Jaga Keamanan Pangan, Karantina Jambi Rutin Lakukan Pengawasan

27 Februari 2026
Wagub Sani Harap Da’i Cilik Jadi Agen Perubahan

Wagub Sani Harap Da’i Cilik Jadi Agen Perubahan

24 Februari 2026
Rembuk Warga RT 20 Kenali Besar Bentuk Pokja Kampung Bahagia, Prioritaskan CCTV dan Drainase

Rembuk Warga RT 20 Kenali Besar Bentuk Pokja Kampung Bahagia, Prioritaskan CCTV dan Drainase

18 Februari 2026
  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In