• REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
Jumat, April 24, 2026
Aksipost.com
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Aksipost.com
No Result
View All Result
Kotoran Ayam di Coba Mencegah Sebaran Corona

Ilustrasi/net

Kotoran Ayam di Coba Mencegah Sebaran Corona

30 April 2020
in DAERAH

Sebuah kota di Swedia selatan menggunakan kotoran ayam untuk mencoba mencegah penyebaran virus corona selama acara perayaan tahunan pada Kamis (30/4).

Kota universitas, Lund, mulai menyebarkan kotoran ayam di taman kotanya untuk mencegah anak muda yang biasanya datang pada 30 April untuk merayakan Malam Walpurgis.

Berita Lainnya

Fadhil Arief Ajak Warga Batang Hari Taat Bayar Pajak BH

Gubernur Dorong HKTI Jambi Jadi Lokomotif Gerakan Pangan 

Gubernur Al Haris Hadiri Bedah Buku Babad Alas, karya Autobiografi-Reflektif Wamendagri Bima Arya Sugiarto

Acara itu, yang menandai pergeseran dari hari-hari musim dingin yang gelap dan dingin menuju hari-hari musim semi dan musim panas yang lebih cerah, biasanya dirayakan dengan piknik, pesta, dan api unggun di seluruh negeri, dan secara rutin dirayakan oleh ribuan pelajar atau anak muda.

“Ini adalah taman di mana biasanya 30.000 orang berkumpul, tetapi dengan COVID-19, perayaan sebesar itu tidak terpikirkan,” kata walikota kota itu, Philip Sandberg kepada Reuters. “Kami tidak ingin Lund menjadi pusat penyebaran penyakit.”

Swedia telah mengambil pendekatan yang lebih lunak dibandingkan banyak negara lain untuk mencegah penyebaran penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus corona. Negara itu mengimbau dan bukannya memerintahkan orang untuk menjaga jarak sosial.

Sejalan dengan kebijakan ini, pihak berwenang telah meminta warga untuk tidak berkumpul guna merayakan Malam Walpurgis tahun ini, tetapi belum melarang perayaan.

Pihak berwenang takut anak muda, terutama pelajar, masih ingin menikmati piknik dan minum-minum di taman.

“Sebagian besar siswa di Lund dan bagian lain Swedia menghargai rekomendasi karena meskipun hanya sejumlah kecil orang yang pergi ke taman itu dapat menjadi risiko besar,” kata Sandberg. (Ant)

 

ShareTweetSend
Previous Post

Ekonom Ini Minta Pemerintah Kerja Sepenuh Hati

Next Post

Tolak 500 TKA China, DPR: Terkesan Karpet Merah

Related Posts

Fadhil Arief: Paskibraka Putri Batanghari Harus Pakai Jilbab

Fadhil Arief Ajak Warga Batang Hari Taat Bayar Pajak BH

18 April 2026
Gubernur Dorong HKTI Jambi Jadi Lokomotif Gerakan Pangan 

Gubernur Dorong HKTI Jambi Jadi Lokomotif Gerakan Pangan 

16 April 2026
Gubernur Al Haris Hadiri Bedah Buku Babad Alas, karya Autobiografi-Reflektif Wamendagri Bima Arya Sugiarto

Gubernur Al Haris Hadiri Bedah Buku Babad Alas, karya Autobiografi-Reflektif Wamendagri Bima Arya Sugiarto

15 April 2026
Pak Bupati dan Ketua DPRD Muaro Jambi, Tolonglah Warga Kembar Lestari!

Pak Bupati dan Ketua DPRD Muaro Jambi, Tolonglah Warga Kembar Lestari!

12 April 2026
Tanggapan Pemkab Soal Kapal 10 GT Tanjabtim

Tanggapan Pemkab Soal Kapal 10 GT Tanjabtim

7 April 2026
Fadhil Arief soal WFH di Batang Hari: Kita Ikuti Instruksi Pusat

Fadhil Arief soal WFH di Batang Hari: Kita Ikuti Instruksi Pusat

3 April 2026
  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In