• REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
Selasa, Maret 10, 2026
Aksipost.com
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Aksipost.com
No Result
View All Result
Petani Papua Terima BLT, Jambi Kapan?

Tim BRG panen padi hitam lahan gambut/Net

Petani Papua Terima BLT, Jambi Kapan?

1 Mei 2020
in DAERAH

PAPUA, AP – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Teluk Wondama Papua Barat mulai menyalurkan bantuan langsung tunai kepada ribuan petani yang terdampak wabah COVID-19 . Setiap petani yang telah terdata menerima uang tunai Rp600 ribu/bulan yang rencananya akan diberikan selama tiga bulan terhitung mulai April 2020.

“Keseluruhan petani yang menerima ada sebanyak 2.279 orang di 75 kampung di Kabupaten Teluk Wondama,” ucap Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan setempat Tedi Lekito disela-sela penyaluran BLT di Kampung Uriemi, Distrik Rasiei, Jumat (1/5).

Berita Lainnya

Dihadiri Seluruh Ketua RT Kota Jambi, Maulana Kian Mantap ‘Gempur’ Kampung Bahagia

Buka Bersama di Rumdisnya, Wawako Diza Akui Terasa Begitu Spesial

Gubernur Al Haris Setujui THR Rp1 Juta untuk 6.438 PPPK Paruh Waktu di Jambi

Bupati Bernadus Imburi yang turun langsung menyerahkan BLT kepada petani di Kampung Uriemi mengatakan karena keterbatasan anggaran daerah, bantuan hanya diberikan kepada kelompok masyarakat yang terdampak paling parah.

“Jadi sedikit yang pemerintah kasih ini, kita bersyukur untuk bantu kitong di sini. Ini namanya bantuan jadi terbatas tidak bisa semua. Jadi nanti kalau ada OPD yang datang lagi, bapak dan ibu ini tidak dapat lagi karena kitong banyak jadi,“ kata Imburi.

Kapolres AKBP Danang Sarifudin yang turut hadir dalam kesempatan itu juga mengingatkan bahwa BLT hanya diberikan bagi kelompok masyarakat yang telah memenuhi kriteria dan namanya sudah terdaftar sebagai calon penerima.

Dia mengharapkan agar memanfaatkan bantuan yang diterima dengan baik untuk menopang kehidupan selama pandemi Covid-19. “Yang terima yang berhak saja. Jadi kalau ada yang tidak terima tidak perlu ribut, dilaporkan saja nanti baru diklarifikasi, ditindaklanjuti,” pesan Danang.

Silas Webori, petani penerima BLT Kampung Uriemi mengaku senang dan bersyukur bisa mendapatkan bantuan dari Pemda. Dia menyebut pandemi Covid-19 telah berdampak besar terhadap perekonomian keluarga.

“Saya minta terima kasih kepada pemerintah dengan yang ada ini saya bisa lanjutkan kehidupan. Sebab selama virus ini masyarakat jadi hati-hati pergi ke kebun, tidak sama seperti dulu jadi hasil tidak ada. Dengan bantuan ini saya bisa pakai beli kebutuhan sehari-hari,“ kata Webori.

Pemerintah pusat juga akan memberikan insentif kepada para petani agar bisa meningkatkan produksi. Ada sekitar 2,44 juta petani yang masuk kategori miskin yang akan mendapatkan insentif dari pemerintah.Sebelumnya, Menteri Kooridnator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, insentif yang diberikan ke petani bertujuan untuk menjaga daya beli petani yang teradmpak virus corona. Sehingga, diharapkan para petani bisa kembali menanam pada periode berikutnya.

“Pemerintah juga melihat bahwa saat ini untuk memberikan insentif untuk petani dan jumlah petani yang masuk kategori miskin ada 2,44 juta akan diberikan insentif pada periode berikutnya,” ujarnya belum lama ini.

Menurut Airlangga, nantinya, insentif akan diberikan berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp600.000 setiap orang. Nantinya, BLT ini dibagi menjadi dua bagian yakni Rp300.000 berupa uang tunai langsung dan sisannya sarana pra sarana pertanian. “Pemerintah berikan BLT sebesar Rp600.000 dimana Rp300.000 bantuan tunai dan Rp300.000 sarana pra sarana produksi pertanian,” kata Airlangga.

Airalngga menyebutkan, bantuan ini akan diberikan kepada petani selama tiga bulan. Hanya saja dirinya tidak menyebutkan pasti mulai kapan bantuan tersebut akan diberikan kepada para petani. “Terdiri dari bibit, pupuk, dan sarana produksi lainnya. Ini diharapkan periode selama 3 bulan dan teknis akan diumumkan Kementerian Pertanian,” jelasnya.(Net)

ShareTweetSend
Previous Post

Marthinus Gantikan Ipar Gubernur Jambi Sebagai Kadensus

Next Post

Nelayan Tungkal Pilih Nguli Bangunan, Ada Apa Gerangan?

Related Posts

Dihadiri Seluruh Ketua RT Kota Jambi, Maulana Kian Mantap ‘Gempur’ Kampung Bahagia

Dihadiri Seluruh Ketua RT Kota Jambi, Maulana Kian Mantap ‘Gempur’ Kampung Bahagia

9 Maret 2026
Buka Bersama di Rumdisnya, Wawako Diza Akui Terasa Begitu Spesial

Buka Bersama di Rumdisnya, Wawako Diza Akui Terasa Begitu Spesial

9 Maret 2026
Gubernur Al Haris Setujui THR Rp1 Juta untuk 6.438 PPPK Paruh Waktu di Jambi

Gubernur Al Haris Setujui THR Rp1 Juta untuk 6.438 PPPK Paruh Waktu di Jambi

9 Maret 2026
Maulana-Diza Bagi 50 Paket Sembako, Apresiasi Program RT 17 Simpang III Sipin

Maulana-Diza Bagi 50 Paket Sembako, Apresiasi Program RT 17 Simpang III Sipin

8 Maret 2026
Wali Kota Tinjau Daerah Rawan Terdampak Banjir, Kampung Bahagia Digempur

Wali Kota Tinjau Daerah Rawan Terdampak Banjir, Kampung Bahagia Digempur

8 Maret 2026
Pemkot Jambi Bentuk Tim Terpadu untuk Tuntaskan Polemik Zona Merah Kenali Asam

Pemkot Jambi Bentuk Tim Terpadu untuk Tuntaskan Polemik Zona Merah Kenali Asam

7 Maret 2026
  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In