• REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Januari 7, 2026
Aksipost.com
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Aksipost.com
No Result
View All Result
Pengrajin Ikan Asin Kurangi Produksi

Ilustrasi

Dinas Muko-muko Akan Surati Balai Perikanan Sungai Gelam

18 Juli 2020
in EKONOMI

Dinas Perikanan Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu mempertanyakan kesiapan Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Sei Gelam Jambi melakukan konservasi dan “domistikasi”, penjinakan ikan mikih yang merupakan ikan komersil tetapi langka dari alam liar agar bisa dipelihara.

 

Berita Lainnya

PHE Jambi Merang Tutup 2025 Lampaui Target, Wamen ESDM Beri Apresiasi

Al Haris Buka Ruang Legal Sumur Minyak

Amirzan: Terima Kasih TVRI Jambi

“Kami akan menyurati Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Sei Gelam Jambi dan menanyakan kapan tindak lanjut usaha konservasi dan domistikasi ikan mikih,” kata Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Mukomuko Edy Aprianto, Sabtu 18 Juli 2020.

 

Ia mempertanyakan hal itu guna menindaklanjuti tanggapan atas proposal usulan domestikasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Dirjen Perikanan Budi Daya.

 

Dalam surat KKP tersebut, perlu dukungan dalam rangka pelestarian ikan mikih (cestraeus plicatilis) melalui konservasi dan domestikasi yang telah dilakukan oleh Dinas Perikanan Kabupaten Mukomuko.

 

Kemudian Ditjen Perikanan Budi Daya juga menyampaikan Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Sei Gelam Jambi dapat bersinergi, mengidentifikasi dan monitoring pelaksanaan domistikasi tersebut, bila dimungkinkan agar digunakan untuk budi daya atau tahap uji coba.

 

Untuk itu, ia berharap, pihak Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Sei Gelam Jambi membantu “domestikasi” atau proses penjinakan ikan mikih, yang merupakan ikan komersil tetapi langka dari alam liar agar bisa dipelihara.

 

Dinas Perikanan setempat melakukan uji coba budi daya ikan mikih, sejenis ikan liar yang hidup di sejumlah sungai di daerah itu, agar keberadaan ikan langka ini tidak sampai punah.

 

Namun sekitar 3.000 ekor anak ikan mikih, sejenis ikan komersil tetapi langka yang dipelihara di Balai Benih Ikan (BBI) di daerah ini mati mendadak sejak sebulan terakhir.

 

“Sekitar 3.000 ekor anak ikan mikih yang kami pelihara di BBI daerah ini mati. Sampai sekarang kami belum mengetahui penyebab ribuan anak ikan mikih tersebut mati,” ujarnya. (Red)

ShareTweetSend
Previous Post

Adhyaksa Jip Club bagikan Sembako Kepada Kaum Duafa

Next Post

Saling Cinta Tapi Tak Direstui Orangtua, Darul Nekat Panjat Tower Telkomsel

Related Posts

PHE Jambi Merang Tutup 2025 Lampaui Target, Wamen ESDM Beri Apresiasi

PHE Jambi Merang Tutup 2025 Lampaui Target, Wamen ESDM Beri Apresiasi

1 Januari 2026
Al Haris Buka Ruang Legal Sumur Minyak

Al Haris Buka Ruang Legal Sumur Minyak

31 Desember 2025
Amirzan: Terima Kasih TVRI Jambi

Amirzan: Terima Kasih TVRI Jambi

17 Desember 2025
Menata Ulang Keadilan Ekonomi Media di Era Platform Digital

Menata Ulang Keadilan Ekonomi Media di Era Platform Digital

5 Desember 2025
SKK Migas Raih Gold Rank ASRRAT 2025

SKK Migas Raih Gold Rank ASRRAT 2025

1 Desember 2025
Proses PI 10 Persen Wilayah Kerja Jabung Memasuki Tahapan Pembukaan Data

Proses PI 10 Persen Wilayah Kerja Jabung Memasuki Tahapan Pembukaan Data

20 November 2025
  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In