• REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Februari 25, 2026
Aksipost.com
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Aksipost.com
No Result
View All Result
Dukungan Gerindra Menambah Kekuatan Gibran

Gibran Rakabuming Raka bersama ayahnya Joko Widodo. Foto: Net

Jokowi Dihina, Gibran Tak Mau Marah: Biarin Aja

22 Agustus 2021
in DEMOKRASI

JAKARTA – Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, angkat bicara soal masih banyak yang menghina bapaknya. Apakah Gibran marah? Tidak. Menurutnya, hinaan itu sudah ada dari dulu.

“Jadi, biarin aja,” ujar Gibran di Solo, beberapa waktu lalu.

Berita Lainnya

Waka DPRD Jambi Samsul Riduan Minta Pemprov Waspadai Lonjakan Harga Jelang Ramadan

Bahas Penguatan Perpustakaan, Komisi I DRPD Provinsi Jambi Konsultasi ke Perpustakaan Nasional

Sampaikan Kondisi Jalan, Komisi III DPRD Jambi Konsultasi ke Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU dan Komisi V DPR RI

Soal hinaan kepada Jokowi ini diungkit Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan perlindungan kawasan suci Pura Besakih, Bali secara online, Rabu (18/8/2021).

Pada acara itu, Mega sedih sampai air matanya keluar karena melihat Jokowi selalu dihina dan dikatain kodok. Padahal, kata Mega, Jokowi selalu memikirkan rakyat.

Bahkan, berat badannya sampai kurus. Mega pun meminta yang ingin mengkritik Jokowi sebaiknya datang langsung.

Omongan Mega soal Jokowi ini ramai dikomentari warganet. Ada yang mendukung omongan Mega.

Ada juga yang mengkritik. Nah, Gibran ditanya media soal masih banyaknya hinaan terhadap bapaknya. Menurutnya, masalah penghinaan tidak usah ditanggapi.

“Santai saja. Itu biasa saja,” tutur Gibran.

Gibran ogah ambil pusing sama hinaan-hinaan yang ditujukan ke bapaknya. Apalagi, hinaan tersebut sudah lama.

“Bapak diejek (kodok) biasa saja. Sejak dulu kan seperti itu. Biarkan saja,” kata ayah Jan Ethes ini, singkat.

Gibran juga tidak ingin melaporkan pengkritik bapaknya. Dia tidak ingin energinya habis mengurusi hal yang tak ada juntrungannya. Ia lebih memilih fokus menyejahterakan rakyat dengan memenangi perang melawan pandemi.

“Tidak usah ditanggapi. Sekarang kan masa pandemi, kita fokus ke kegiatan produktif saja. Kalau mengurus seperti itu tidak ada habisnya,” pesannya.

Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, ikutan berkomentar. Menurut dia, ketimbang sibuk urusan politik, alangkah baiknya seluruh lapisan masyarakat bersatu padu lawan pandemi.

“Dalam situasi pandemi ini, sebaiknya seluruh komponen bangsa kedepankan pikiran, sikap, dan tindakan yang membangun persatuan, mengedepankan gotong-royong, dan melakukan hal-hal yang konkret untuk membantu rakyat,” pesannya.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin menyesalkan, masih ada pihak yang menghina Jokowi. Menurutnya, pernyataan Mega harus menjadi pelajaran bagi rakyat Indonesia. Boleh mengkritik, namun ada tata kramanya.

“Kritik itu kan membangun, bukan menghujat. Bukan dengan julukan yang tidak layak. Itu penting banget,” imbuh Ngabalin.

Lalu, apa penilaian pengamat? Pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin mengatakan, siapapun orangnya, jika menjadi pemimpin harus terima konsekuensinya, termasuk dihina. Karena hal itu merupakan salah satu ujian kepemimpinan seseorang.

“Sikap Gibran yang menanggapi kritik dengan biasa saja memperlihatkan kedewasaan. Memang pemimpin itu akan selalu jadi sasaran kritik,” ujarnya.

Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari melihat, Gibran menanggapi enteng hinaan yang ditujukan untuk bapaknya karena memang sudah biasa.

“Mungkin sudah terlatih menghadapi situasi dan kondisi seperti ini. Sehingga tidak mudah baper,” duga Qodari.

ShareTweetSend
Previous Post

Cegah Kepalsuan, Bandara Periksa Hasil PCR dan Vaksinasi Penumpang Secara Digital

Next Post

Musuh Taliban Sebenarnya Bukan Afghanistan

Related Posts

Waka DPRD Jambi Samsul Riduan Minta Pemprov Waspadai Lonjakan Harga Jelang Ramadan

Waka DPRD Jambi Samsul Riduan Minta Pemprov Waspadai Lonjakan Harga Jelang Ramadan

13 Februari 2026
Bahas Penguatan Perpustakaan, Komisi I DRPD Provinsi Jambi Konsultasi ke Perpustakaan Nasional

Bahas Penguatan Perpustakaan, Komisi I DRPD Provinsi Jambi Konsultasi ke Perpustakaan Nasional

11 Februari 2026
Sampaikan Kondisi Jalan, Komisi III DPRD Jambi Konsultasi ke Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU dan Komisi V DPR RI

Sampaikan Kondisi Jalan, Komisi III DPRD Jambi Konsultasi ke Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU dan Komisi V DPR RI

11 Februari 2026
Kemas Supriyadi Mencak-mencak di Gedung DPRD Batang Hari Bela Hak Buruh: Tutup PT Super Home Production Indonesia, Cek Seluruh Izinnya!

Kemas Supriyadi Mencak-mencak di Gedung DPRD Batang Hari Bela Hak Buruh: Tutup PT Super Home Production Indonesia, Cek Seluruh Izinnya!

5 Februari 2026
Percepat Realisasi PI 10 Persen, Pansus Gelar Pertemuan dengan Bupati Tanjabbar

Percepat Realisasi PI 10 Persen, Pansus Gelar Pertemuan dengan Bupati Tanjabbar

5 Februari 2026
Hasil Pertemuan Pansus I DPRD Jambi Bersama Bupati Tanjabtim Terkait Percepatan Realisasi PI 10 Persen

Hasil Pertemuan Pansus I DPRD Jambi Bersama Bupati Tanjabtim Terkait Percepatan Realisasi PI 10 Persen

5 Februari 2026
  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In