• REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Maret 25, 2026
Aksipost.com
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Aksipost.com
No Result
View All Result
Pesan Gubernur Al Haris: Jaga Sinergitas dan Kondusifitas Daerah

ASN Shalat Subuh Berjamaah Karena Allah, Bukan Karena Gubernur

13 Juni 2025
in DEMOKRASI

Oleh: Firmansyah. Lawyer, Pemerhati Hukum dan HAM

Gubernur Jambi kembali menjadi sorotan setelah menerbitkan Surat Edaran Nomor 4963/SE/BKD-5.3/VI/2025 yang memuat kewajiban bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Muslim untuk melaksanakan shalat Subuh berjamaah di masjid setiap hari Jumat.

Berita Lainnya

Waka DPRD Tidak Ingin Ada Lonjakan Harga Jelang Lebaran

Waka DPRD Ivan Wirata Sebut Banyak Potensi Perlu Digarap untuk PAD Jambi

Hafiz Fattah: Saya Mengecam Keras Angkutan Batu Bara

Dalam surat edaran tersebut, tertulis jelas pada poin E angka 1 bahwa “yang beragama Islam wajib mengikuti sholat Subuh berjamaah pada setiap hari Jumat yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Jambi pada masjid-masjid yang telah ditentukan.” Sekilas, kebijakan ini tampak religius.

Namun bila ditelaah lebih dalam, penggunaan kata “wajib” dalam konteks cara beribadah yang secara syariat tidak diwajibkan adalah bentuk pemaksaan yang keliru dan menyesatkan. Dalam ajaran Islam, hukum shalat berjamaah di masjid bagi laki-laki adalah sunnah muakkadah, sangat dianjurkan, tetapi bukan kewajiban mutlak yang berdosa bila ditinggalkan.

Mewajibkan sesuatu yang tidak diwajibkan oleh agama sama dengan menambah-nambahkan hukum Islam. Ini adalah pelanggaran terhadap prinsip keagamaan dan mencederai substansi ibadah itu sendiri, yang seharusnya lahir dari kesadaran dan keikhlasan kepada Allah, bukan karena tekanan struktural atau perintah birokrasi.
Selain problem substansi agama, secara hukum administrasi negara, Surat Edaran (SE) tidak memiliki kekuatan mengikat seperti undang-undang.

SE bersifat imbauan administratif dan tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. Mewajibkan ASN shalat di masjid tertentu, dan lebih jauh lagi menjadikan hal itu sebagai potensi penilaian kinerja, berpotensi melanggar prinsip kebebasan beragama dan otonomi individu dalam beribadah.

Gubernur memang memiliki kewenangan untuk mengatur urusan pemerintahan daerah, termasuk aspek kepegawaian. Namun dalam konteks keagamaan, kebijakan harus dibingkai dalam pendekatan edukatif dan persuasif, bukan koersif (memaksa).
ASN berhak memilih masjid mana yang ingin mereka kunjungi untuk beribadah, selama sesuai dengan syariat dan tidak mengganggu tugas kedinasan.

Lebih jauh, pendekatan pemaksaan juga mengabaikan aspek teknis dan keselamatan. Banyak ASN yang tinggal jauh dari masjid yang ditunjuk, belum memiliki kendaraan, atau harus menempuh jalan gelap saat Subuh yang bisa berisiko terhadap keselamatan. Belum lagi, setelahnya mereka tetap harus hadir di kantor seperti biasa.

Tentu saja, upaya memakmurkan masjid dan meningkatkan keimanan ASN adalah langkah mulia. Namun harus dilakukan secara bijak, dengan mengedepankan pemahaman, bukan pemaksaan. Negara tidak boleh mencampuri ruang-ruang spiritual yang bersifat personal, apalagi menjadikannya bagian dari target birokrasi.

Kita bisa menengok sejumlah daerah seperti Aceh atau Palembang yang pernah menerbitkan imbauan serupa. Namun perlu diingat, pendekatan kultural dan geografis tiap wilayah berbeda. Tidak semua yang diterapkan di satu daerah, otomatis relevan di daerah lain.

Akhirnya, marilah kita jaga niat ibadah agar tetap murni karena Allah semata, bukan karena aturan struktural. ASN Muslim shalat Subuh berjamaah di masjid bukan karena gubernur, tapi karena keikhlasan iman. Dan itu hanya bisa tumbuh dalam suasana yang bebas, tanpa tekanan atau paksaan.(***)

ShareTweetSend
Previous Post

Berikut Kecamatan di Batang Hari Rawan Karhutla, Perlu Diawasi Ketat

Next Post

KONI Provinsi Jambi Diambil Alih Jenderal Bintang 2 TNI AD Bekas Danrem Gapu

Related Posts

Waka DPRD Tidak Ingin Ada Lonjakan Harga Jelang Lebaran

Waka DPRD Tidak Ingin Ada Lonjakan Harga Jelang Lebaran

16 Maret 2026
Waka DPRD Ivan Wirata Sebut Banyak Potensi Perlu Digarap untuk PAD Jambi

Waka DPRD Ivan Wirata Sebut Banyak Potensi Perlu Digarap untuk PAD Jambi

15 Maret 2026
Hafiz Fattah: Saya Mengecam Keras Angkutan Batu Bara

Hafiz Fattah: Saya Mengecam Keras Angkutan Batu Bara

12 Maret 2026
Perkuat Kebijakan Riset dan Kekayaan Intelektual, Komisi I DPRD Jambi Kunjungi Balitbangda Jawa Barat

Perkuat Kebijakan Riset dan Kekayaan Intelektual, Komisi I DPRD Jambi Kunjungi Balitbangda Jawa Barat

4 Maret 2026
DPRD Pastikan Polemik Zona Merah sampai ke Kementerian ATR/BPN

DPRD Pastikan Polemik Zona Merah sampai ke Kementerian ATR/BPN

27 Februari 2026
RDP Bersama Bank Jambi dan OJK, Ketua DPRD Kemas Faried: Tidak Boleh Lupa

RDP Bersama Bank Jambi dan OJK, Ketua DPRD Kemas Faried: Tidak Boleh Lupa

26 Februari 2026
  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In