• REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Maret 28, 2026
Aksipost.com
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Aksipost.com
No Result
View All Result
Bukti Nyata DPRD Jaga Adat Melayu Kota Jambi

Bukti Nyata DPRD Jaga Adat Melayu Kota Jambi

1 Agustus 2025
in DEMOKRASI

Jambi – Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, menerima kunjungan Lembaga Adat Melayu Jambi (LAMJ) Kota Jambi, Kamis, 31 Juli 2025, di ruang kerja Kemas Faried.

Kunjungan ini bertujuan memperkuat peran kebudayaan Melayu sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah terkait menyelesaikan isu-isu strategis seputar hukum adat, penyelesaian sengketa, dan pelestarian budaya.

Berita Lainnya

Waka DPRD Tidak Ingin Ada Lonjakan Harga Jelang Lebaran

Waka DPRD Ivan Wirata Sebut Banyak Potensi Perlu Digarap untuk PAD Jambi

Hafiz Fattah: Saya Mengecam Keras Angkutan Batu Bara

Kemas Faried Alfarelly menyatakan dukungan penuhnya terhadap aspirasi yang disampaikan LAMJ Kota Jambi.

DPRD Kota Jambi terus menunjukkan komitmen yang tinggi dalam memperkuat peran kebudayaan Melayu dengan langkah konkret yang dilakukan.

Salah satu bukti nyata dari komitmen tersebut adalah dengan menganggarkan dana sebesar Rp500 juta untuk merehabilitasi kondisi fisik bangunan Lembaga Adat Melayu Jambi (LAMJ) Kota Jambi yang mengalami kerusakan.

Rehabilitasi akan dikerjakan pada tahun ini. Diharapkan dapat meningkatkan citra dan menarik minat masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebudayaan Melayu Jambi yang merupakan bagian dari identitas bangsa Indonesia.

Kemas Faried juga Pembina LAMJ Kota Jambi kembali menyadari bahwa LAMJ Kota Jambi sebagai pilar dalam pembangunan daerah. Kebudayaan bukan hanya sekadar warisan leluhur, tetapi juga berfungsi sebagai identitas yang membentuk karakter masyarakat Kota Jambi.

“Saya tentu punya tanggung jawab dan moral melestarikan adat istiadat melayu Jambi,” ujar Kemas Faried.

Senada dikatakan Aswan Hidayat, Ketua LAMJ Kota Jambi, menyampaikan komitmen DPRD Kota Jambi dalam menjaga marwah dan identitas daerah.

“Kami mendorong pemerintah kota dan DPRD agar peraturan daerah hukum adat dapat diterapkan di Kota Jambi. Kami akan ajukan suratnya dan berharap tahun 2026 sudah bisa diterapkan,” ujar Aswan.

Aswan mengatakan, perda hukum adat dapat melindungi masyarakat Kota Jambi yang bermasalah dengan kasus tindak pidana ringan. Misalkan, pertengkaran rumah tangga, pertengkaran antara tetangga, pencurian yang nilainya kecil, dan lain-lain.

“Apakah kita bisa menjamin bahwa setelah masuk penjara antara mereka tidak ada dendam lagi?. Dengan adanya hukum adat, sehingga mereka tidak lagi dendam dan mereka bisa menjadi saudara lagi,” ucapnya.

Menurutnya, perda tersebut mampu menjawab tantangan zaman dalam pelestarian adat dan budaya Melayu.

“Pemerintah Kota Jambi dan DPRD sangat mengapresiasi hal itu, penyelesaiannya mulai dari tingkat RT, kelurahan, dan kecamatan. Ini juga membantu aparat penegak hukum kita, sehingga seluruh masyarakat Kota Jambi terayomi, kecuali untuk kasus-kasus besar seperti pembunuhan, narkoba dan lain,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Aswan mendorong LAMJ Kota Jambi memiliki museum Tanah Pilih sebagai wadah untuk melestarikan dan memamerkan warisan budaya, termasuk benda-benda bersejarah, tradisi, dan adat istiadat suatu daerah.

Keberadaan museum Tanah Pilih membantu menjaga kelestarian budaya dan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang Kota Jambi dahulu dan Kota Jambi sekarang. Lalu, Forum Masyarakat Lintas Budaya Kota Jambi. Forum ini bertujuan mengakomodasi seluruh suku, etnis, dan budaya yang ada di kota ini dalam satu wadah.

“Kita punya 600 judul buku terkait adat dan budaya. Kemudian artefak barang-barang antik dari sungai Batanghari, bahkan orang Belanda, Afrika dan turis lain pernah datang. Kota Jambi merupakan Tanah Pilih yang dipilih oleh Sultan Orang Kayo Hitam sebagai pusat Kesultanan, kita jangan melupakan sejarah itu,” kata Aswan, juga pengurus IKAL-Lemhannas Jambi. (Dani)

ShareTweetSend
Previous Post

Kota Jambi Unggul dalam Program Keluarga dan Kependudukan Tingkat Provinsi

Next Post

Ketua DPRD Kemas Faried Apresiasi Berdirinya SPPG Pasir Putih

Related Posts

Waka DPRD Tidak Ingin Ada Lonjakan Harga Jelang Lebaran

Waka DPRD Tidak Ingin Ada Lonjakan Harga Jelang Lebaran

16 Maret 2026
Waka DPRD Ivan Wirata Sebut Banyak Potensi Perlu Digarap untuk PAD Jambi

Waka DPRD Ivan Wirata Sebut Banyak Potensi Perlu Digarap untuk PAD Jambi

15 Maret 2026
Hafiz Fattah: Saya Mengecam Keras Angkutan Batu Bara

Hafiz Fattah: Saya Mengecam Keras Angkutan Batu Bara

12 Maret 2026
Perkuat Kebijakan Riset dan Kekayaan Intelektual, Komisi I DPRD Jambi Kunjungi Balitbangda Jawa Barat

Perkuat Kebijakan Riset dan Kekayaan Intelektual, Komisi I DPRD Jambi Kunjungi Balitbangda Jawa Barat

4 Maret 2026
DPRD Pastikan Polemik Zona Merah sampai ke Kementerian ATR/BPN

DPRD Pastikan Polemik Zona Merah sampai ke Kementerian ATR/BPN

27 Februari 2026
RDP Bersama Bank Jambi dan OJK, Ketua DPRD Kemas Faried: Tidak Boleh Lupa

RDP Bersama Bank Jambi dan OJK, Ketua DPRD Kemas Faried: Tidak Boleh Lupa

26 Februari 2026
  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In