Jambi – Puluhan mahasiswa Doktoral Universitas Jambi melakukan kuliah lapangan di candi Muaro Jambi pada Sabtu, 30 Agustus 2025.
Kunjungan mereka memberikan pengetahuan dan strategi untuk memperkuat ekonomi Jambi, meningkatkan pemahaman tentang kerja sama ekonomi Jambi menuju internasional, serta mendorong adopsi standar kebijakan global untuk menarik investasi dan mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan di Indonesia khususnya Provinsi Jambi.
“Mudah-mudahan dengan kunjungan mahasiswa S3 Unja juga bisa bermanfaat bagi promosi candi Muaro Jambi,” ujar H. Usman Ermulan, mahasiswa Doktoral Ekonomi, tampak duduk bersebelahan dengan H. Ivan Wirata Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi.
Usman Ermulan merupakan mantan anggota DPR RI tiga periode yang matang di komisi keuangan, perbankan, dan perencanaan nasional. Lalu, mantan Bupati Tanjung Barat dua periode dan mantan Staf Khusus Menteri/Kepala Bappenas era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Menurut Usman, kunjungan tersebut memungkinkan mahasiswa untuk belajar tentang bagaimana Provinsi Jambi dapat berpartisipasi aktif dalam pembuatan kebijakan internasional, yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan stabilitas keuangan nasional.
Candi Muaro Jambi diperkirakan berasal dari abad ke 6 Masehi. Candi Muaro Jambi merupakan kompleks candi yang terbesar dan yang paling terawat di Pulau Sumatra. Sejak tahun 2009 Kompleks Candi Muaro Jambi telah dicalonkan ke UNESCO untuk menjadi Situs Warisan Dunia.
Dalam konteks sejarah regional, Kerajaan Melayu dan Sriwijaya diakui memiliki pengaruh yang luas, tidak hanya di wilayah Nusantara, tetapi juga hingga ke daratan Asia Tenggara seperti Malaysia dan Thailand.
Kedua kerajaan ini memainkan peran penting dalam percaturan politik dan ekonomi internasional, sebagai penghubung antara India dan Cina pada masanya.
“Perjalanan kami hari ini semoga membawa manfaat bagi kesejahteraan masyarakat Provinsi Jambi yang jumlahnya hampir 4 juta jiwa. Serta pemerintah Provinsi Jambi yang APBD-nya terus menurun dari tahun. Tahun depan (2026) hanya tinggal Rp3,6 triliun,” kata Usman Ermulan, juga Ketua IKAL-Lemhannas RI Jambi. (Den)