Jambi — Program Studi Doktor Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jambi (UNJA), kembali meluluskan seorang doktor melalui Ujian Promosi Doktor yang digelar pada Senin, 5 Januari 2026. Ujian berlangsung di Aula Lantai IV Gedung Lama Pascasarjana, Kampus UNJA Telanaipura.
Promovendus Dr. Tegor, S.E., M.M., dinyatakan lulus dan meraih nilai A setelah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Peran Keterikatan Karyawan dalam Memediasi Pengaruh Keinovatifan dan Motivasi Intrinsik terhadap Kinerja Karyawan Perusahaan Asing.”
Penelitian tersebut dilakukan pada perusahaan-perusahaan asing yang beroperasi di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, wilayah perbatasan negara yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Lokasi ini dipilih karena memiliki posisi strategis serta tingkat aktivitas investasi asing yang tinggi, sehingga relevan untuk mengkaji dinamika kinerja dan keterikatan karyawan.
Dalam pemaparannya, Dr. Tegor menyampaikan bahwa keterikatan karyawan memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja karyawan perusahaan asing, terutama melalui penguatan inovasi dan motivasi intrinsik. Ia menilai hasil riset tersebut dapat memberikan gambaran empiris terkait pengelolaan sumber daya manusia di kawasan perbatasan.
“Harapan saya, hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah, khususnya Kabupaten Karimun, dalam merumuskan kebijakan ketenagakerjaan di wilayah dengan tingkat investasi asing yang tinggi,” ujar Dr. Tegor.
Selain capaian akademik tersebut, Dr. Tegor juga mengungkapkan rencana pengembangan pusat riset PRISMA (Pusat Riset Studi Masyarakat) yang saat ini mulai dirintis di Kepulauan Riau. Pusat riset ini akan berfokus pada kajian sosial budaya, sosial politik, dan ekonomi, serta direncanakan berkembang ke tingkat nasional.
Ketua Sidang Promosi Doktor, Prof. Dr. Haryadi, S.E., M.MS., mengapresiasi kualitas riset yang dilakukan promovendus. Menurutnya, penelitian di kawasan perbatasan negara memiliki nilai strategis karena bersentuhan langsung dengan isu ketenagakerjaan, investasi, dan kebijakan publik.
“Program studi mendorong agar hasil riset doktoral tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh para pengambil kebijakan,” ujarnya.
Dengan kelulusan tersebut, Program Studi Doktor Ilmu Ekonomi FEB UNJA menegaskan komitmennya dalam menghasilkan lulusan doktor yang unggul secara akademik dan memiliki kontribusi nyata bagi pembangunan, khususnya di wilayah strategis perbatasan negara. (Dik)








