Jambi – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Jambi menggelar rapat perdana pasca kedua kubu menjadi satu komando yang solid. Rapat berlangsung di Sekretariat HKTI di kawasan Telanaipura, Kota Jambi, belum lama ini.
Rapat dihadiri Ketua HKTI Provinsi Jambi, Dr. H. Sutan Adil Hendra (SAH), Ketua Dewan Penasihat Drs. H. Usman Ermulan M.M, Ketua Harian Tagor Mulia Nasution, para wakil ketua, Budiyako, Aidil Putra, Bahari, Indra Lesmana, Masturo, dan lain-lain.
Ketua HKTI Provinsi Jambi Dr. H. Sutan Adil Hendra mengingatkan amanah penting yang diberikan oleh Ketua Dewan Pembina HKTI sekaligus Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
“Amanah bapak Dewan Pembina HKTI pak Presiden Prabowo bahwa tidak boleh ada satupun rakyat yang lapar. Tidak boleh satupun anak-anak kita yang tidak sekolah. Terutama di Jambi, sekitar 67 persen masyarakat adalah petani yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah,” ujar Dr. H. SAH.
Menurut mantan anggota DPR RI itu, HKTI hadir bukan hanya sebagai organisasi kemasyarakatan, tetapi lebih sebagai tempat mengadu bagi para petani yang selama ini seringkali merasa kurang diperhatikan.
“Kita hadir sebagai wadah yang bisa dipercaya. Ada saya sebagai ketua, pak Usman Ermulan sebagai Ketua Dewan Penasihat, dan seluruh jajaran pengurus yang siap berjuang. Selagi kami masih dikasih kontrak (umur) oleh Allah SWT, kami sadar bahwa orang tua kami juga berasal dari kalangan petani. Maka membela hak dan kesejahteraan petani tentu menjadi jalan singkat kami menuju surga,” tambahnya.
Dr. H. SAH menegaskan dengan kerja keras dan sinergi seluruh elemen, HKTI Provinsi Jambi berkomitmen untuk membawa harapan baru bagi jutaan petani di daerah Provinsi Jambi. Salah satu fokus utama akan segera ditindaklanjuti adalah menangani permasalahan harga komoditas pertanian, khususnya kentang yang menjadi komoditas unggulan dari Kabupaten Kerinci.
“Kentang Kerinci memiliki kualitas yang sangat bagus, bahkan sudah dikenal hingga luar daerah, namun sayang harganya di tingkat petani justru anjlok drastis. Kita akan pelajari untuk mengetahui akar permasalahannya, apakah distribusinya tidak berjalan dengan benar, ataukah ada praktik bermain tengkulak yang merugikan petani. Jika ditemukan pihak yang melakukan hal tersebut, mereka akan berhadapan dengan HKTI sebagai perpanjangan tangan presiden dalam memperjuangkan kepentingan petani,” jelas Dr. H. SAH
Selain menangani permasalahan harga komoditas, HKTI Provinsi Jambi juga dipastikan akan terus konsisten membela hak-hak petani lainnya, terutama terkait dengan pengelolaan dan keamanan lahan masyarakat petani.
“Lahan masyarakat petani, kita ketahui selama ini mereka tidak begitu semangat bercocok tanam. Karena mereka yang mengerjakan dan orang lain yang punya. Sekaranglah saatnya petani memiliki lahan minimal 2 hektare, biar bisa menghidupi, makan, sandang dan papan, untuk anak-anaknya dan sekolahnya,” kata Dr. H. SAH
Komitmen HKTI juga sejalan dengan program MBG (Makan Bergizi Gratis) yang menghidupkan petani dengan cara menyerap hasil panen lokal secara masif.
“Inikan luar biasa program pak Prabowo. Kalau di daerah-daerah petani, MBG bapak Prabowo, waduh luar biasanya mereka bersyukur. Berasnya dari petani, ikannya dari petani, sayurnya dari petani. HKTI hadir menyemangati para petani kita,” ucap Dr. H. SAH.
Penulis: Dani








