Jambi – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Mardiono merasakan sesuatu luar biasa dalam kepengurusan DPW PPP Provinsi Jambi.
Terdapat dua tokoh besar. Karena keduanya sesama Bupati. Muhammad Fadhil Arief Bupati Batang Hari sebagai Ketua, dan Hurmin Bupati Sarolangun sebagai Sekretaris.
Model politik begini menjadi modal berharga bagi PPP dalam menghadapi tantangan politik, termasuk persiapan Pemilihan Umum 2029.
Kalaulah semua daerah bisa mengikuti jejak Jambi, Mardiono yakin PPP akan semakin kuat dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan negara.
Menurut Mardiono, contoh kedewasaan Fadhil Arief dan Hurmin bukti bahwa PPP di Jambi memiliki tujuan bersama. Sekaligus dapat menjadi inspirasi bagi struktur kepengurusan PPP di daerah lain, agar lebih memperhatikan kerja sama dan sinergi untuk kemajuan partai dan kesejahteraan rakyat.
“Alhamdulillah, tidak berkonflik dan tidak berkompetisi. Semua atas kesepakatan seluruh para kader. Ini tentu adalah contoh untuk daerah-daerah lain yang ternyata tokoh-tokoh daerah kita semakin dewasa dalam menjalankan perpolitikannya, yang satu siap untuk mengemban amanah sebagai ketua dan satu siap mengemban amanah sebagai sekretaris,” kata Mardiono, dalam acara Musyawarah Cabang PPP se Provinsi Jambi berlangsung di Resort Rumah Kito pada Sabtu malam, 28 Maret 2026. Mardiono hadir secara virtual.
Mardiono tadinya sempat khawatir jika pada saat Musyawarah Wilayah PPP tahun 2025 silam, kedua tokoh ini justru berebut untuk mendapatkan posisi Ketua. Namun, kenyataan yang terjadi jauh lebih baik dari yang diharapkan.
“Coba kita bayangkan kalau kemarin pak Fadhil dan pak Hurmin berebut menjadi ketua wilayah. Ngak mungkin ada Ketua A dan Ketua B,” kata Mardiono, juga Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan.
Menanggapi itu, Fadhil Arief mengatakan bahwa sebenarnya menginginkan Hurmin yang menjadi ketua wilayah.
“Saya pinginnya pak Hurmin jadi ketua. Cuma pak Hurmin masih ragu-ragu, nanti kedepan beliau lah, kita jadi nasihat-nasihat saja. Jadi, setiap orang berbeda-beda kepuasannya. Salah satu bentuk kepuasan kita bagaimana kehadiran kita memberikan manfaat bagi orang lain, posisi besar pun kalau manfaatnya tidak besar apalah artinya, kepuasan kita selain itu bagaimana menjadi solusi, jika solusi itu bisa diselesaikan, maka ada kebahagiaan untuk diri kita,” kata Fadhil Arief.
(Dani)








