Pesawat Catalina Maskot Pejuang Jambi Tempo Dulu

Jambi, AP – Pesawat Catalina RI 005 yang berada di halaman museum Perjuangan Rakyat Jambi merupakan pesawat replika yang bertujuan untuk mengenang sejarah para pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan khususnya perlawanan rakyat Jambi melawan Belanda pada tempo dulu.

Replika pesawat Catalina RI 005 yang saat ini masih terawat di museum itu merupakan ‘maskot’ perjuangan rakyat Jambi saat melawan agresi militer Belanda waktu itu dan pesawat tersebut sebagai bukti sejarah bagi warga Jambi, kata Kepala Bimbingan dan Publikasi Museum Perjuangan Jambi, Pramudya Kusuma Wardhana di Jambi Jumat lalu.

Dia bercerita, bahwa pesawat itu awalnya didapat dari hasil pertemuan para pejuang tanah air termasuk pejuang Jambi di Bangkok.

Pemilik pesawat itu merupakan orang Australia mantan penerbang pada perang dunia kedua yang bernama Cobley. Cobley menawarkan sewa pesawatnya itu kepada pemerintah untuk membantu perjuangan bangsa Indonesia.

Sejarahnya, kehadiran pesawat itu di Jambi merupakan pesawat yang membantu dan penghubung antara Jambi dan kota lainnya. Pesawat itu mampu membawa senjata, makanan dan pakaian.

Pesawat Catalina itu pesawat tempur yang berlandasan di air. Pada saat itu pesawat Catalina mengalami kecelakaan dan mengakibatkan tenggelam di Sungai Batanghari dan akhirnya ditemukan.

“Kerangka asli dari pesawat itu sudah hancur saat ditemukan di dasar Sungai Batanghari dan yang tertinggal hanya mesin pesawatnya dan kini mesin tersebut sekarang sudah berada di Jakarta, kata Pramudya.

“Selama saya disini belum ada renovasi replika pesawat, hanya saja catnya yang di perbaharui,” katanya.

Pesawat replika yang ada di halaman museum perjuangan rakyat Jambi itu merupakan maskot untuk museum itu sendiri. Karena pesawat itu di anggap sangat membantu bagi perjuangan pejuang Jambi dulu.

Meseum perjuangan kini menjadi salah satu objek wisata di Kota Jambi, khususnya dari kalangan pelajar dan mahasiswa untuk mendapatkan pengetahuan tentang perjuangan rakyat Indonesia khususya di Provinsi Jambi melawan penjajah Belanda.

Hampir setiap harinya, para pelajar dan mahasiswa maupun masyarakat umum yang datang ke museum ini untuk melihat langsung dan mendapatkan penjelasan dari penggelola museum sebagai kunjungan edukasi. ant

Ruangan komen telah ditutup.