• REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, April 18, 2026
Aksipost.com
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Aksipost.com
No Result
View All Result
Pengalihan Aset Jalan Ditempat

Pengalihan Aset Jalan Ditempat

20 Desember 2016
in MILENIAL

Sungaipenuh, AP – Meskipun sejak pemekaran kota Sungaipenuh dari kabupaten Kerinci, dalam provinsi Jambi, sudah berjalan 8 tahun. Namun, proses pengalihan aset belum selesai, alias jalan ditempat.

Selain itu, dalam pengalihan aset ini, juga perbedaan penafsiran kabupaten induk kabupaten Kerinci dengan daerah pemekaran, kota Sungaipenuh. Selain itu, upaya pengalihan ini, juga telah sampai di Departemen Dalam Negeri.

Berita Lainnya

Menakar Kualitas Investasi Kekuasaan

Diduga Slogan Kebijakan Pemerintah Dijadikan Alat Kejahatan

Liga 4 Jambi 2026 Bergulir 10 April, 7 Tim Siap Bertarung Rebut Tiket Nasional

Hal ini dibenarkan wakil walikota Sungaipenuh, Zulhelmi, sebagai penanggungjawab terkait permasalah pengalihan Aset ini. “Ya, kita sudah sampai ke Kemendagri, dan dibantu oleh Ombudsman,” ungkap Wakil Walikota, Zulhelmi, kepada sejumlah wartawan kemarin (20/12), di kantor walikota.

Upaya pengalihan ini, sudah berjalan sejak lima tahun lalu, namun belum selesai. Menurut Zulhelmi, mengacu dengan UU nomor 25 tahun 2008, tentang pemekaran kota Sungaipenuh, dalam waktu 5 tahun, sejak pemekaran kabupaten induk sudah harus mengembalikan semua aset dalam wilayah administrasi kota Sungaipenuh.

“Inikan, sudah 8 tahun pemekaran, artinya sudah jauh dari undang-undang, makanya kita mendesak kabupaten Kerinci, untuk segera menyerahkan,” sebut Zulhelmi.

Selain itu, lanjut dia, mengacu dengan Undang-undang diatas, apabila sudah lebih lima tahun, Gubernur wajib memfasilitasi pengalihan Aset ini. “Kita terus koordinasi dengan Pemprov Jambi, makanya saat ini pemprov menyerahkan ke Depdagri untuk penyelesaiannya,” beber dia.

Penuturan Zulhelmi, terkait pengalihan aset ini, adanya perbedaan penafsiran UU no.25, sehingga pemkab Kerinci, terkesan enggan menyerahkan semua aset yang ada dalam kota Sungaipenuh.

“Penafsiran pasal 13 ayat 7, yang masih berbada, sementara pasal yang lain, menyebutkan semua aset yang ada di kota Sungaipenuh, wajib diserahkan,” tutur dia.

Masih menurut dia, mengacu dengan UU ini, pusat pemerintah kabupaten Kerinci, berada di Siulak (bukit tengah) sehingga sudah sewajarnya bukit tengah dibangun, sebagai pusat pemerintahan.

“Kalau kita tidak jadi masalah, kalau memang tidak mau diserahkan, silakan pikul saja Aset itu, seperti Gedung Nasional itu ke kabupaten Kerinci”, tegas Zulhelmi.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kerinci, Afrizal membenarkan Sudah terima surat dari lembaga adat Sungaipenuh, Bupati Kerinci, H Adi Rozal siap melakukan Audiensi bersama lembaga adat Sungaipenuh nantinya, dimana Bupati Kerinci tentunya didampingi lembaga adat Kabupaten Kerinci.

Dalam audiensi tersebut pihaknya akan  membuka semua hak dan kewenangan kota Sungaipenuh dimana hak dan kewenangan Kota Sungaipenuh dan Kabupaten Kerinci.

“Kita sudah minta petunjuk kepada Gubernur dan Mendagri, namun sampai sekarang tidak ada petunjuk, terutama secara tertulis malah pihak Depdagri menganjurkan Kita ke MK,” ungkapnya.

Meski demikian, lanjutnya langkah tersebut tidak bisa langsung dilaksanakan, pasalnya jika sudah ke MK maka akan berdampak pada hubungan yang tidak akan harmonis antar dua pemerintahan yang masih satu kekeluargaan.

Untuk itu sangat perlu duduk bersama para tokoh adat untuk menyelesaikan masalah ini dengan baik, nantinya pada audiensi pihaknya akan menjelaskan aturan undang-undang untuk dicermati oleh tokoh adat. Pihaknya akan menjelaskan dasarnya UU nomor 25 tahun 2008, pasa demi pasal akan jelaskan.

“Kini yang perlu kita pertanyakan kenapa gubernur dan menteri tidak memberikan  petunjuk. Jangan sampai orang adat didorong oleh satu pihak yang memanfaatkan situasi”, sebut Afrizal. hen

ShareTweetSend
Previous Post

Polresta Jambi Tangkap Tiga Pengedar Narkoba

Next Post

Jalan Menuju Kecamatan Pengabuan Rusak

Related Posts

Diduga Slogan Kebijakan Pemerintah Dijadikan Alat Kejahatan

Menakar Kualitas Investasi Kekuasaan

16 April 2026
Diduga Slogan Kebijakan Pemerintah Dijadikan Alat Kejahatan

Diduga Slogan Kebijakan Pemerintah Dijadikan Alat Kejahatan

5 April 2026
Cek Persiapan Venue Piala Dunia di Palembang

Liga 4 Jambi 2026 Bergulir 10 April, 7 Tim Siap Bertarung Rebut Tiket Nasional

5 April 2026
Kalapas IIA Jambi: Kami Terbuka Terhadap Kritik Membangun

Kalapas IIA Jambi: Kami Terbuka Terhadap Kritik Membangun

1 April 2026
KAJIAN KEPUSTAKAAN DAN ANALISIS PUBLIK TERKAIT DINAMIKA KEPRIBADIAN KEPEMIMPINAN DAN SERANGAN SIBER TERHADAP GUBERNUR JAMBI AL HARIS

KAJIAN KEPUSTAKAAN DAN ANALISIS PUBLIK TERKAIT DINAMIKA KEPRIBADIAN KEPEMIMPINAN DAN SERANGAN SIBER TERHADAP GUBERNUR JAMBI AL HARIS

13 Maret 2026
Soal Hukum dan Pemprov Jambi, Pengamat: Biarkan Perangkat Hukum Bekerja, Waspada Penggiringan Opini!

Soal Hukum dan Pemprov Jambi, Pengamat: Biarkan Perangkat Hukum Bekerja, Waspada Penggiringan Opini!

10 Maret 2026
  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In