• REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
Senin, Mei 4, 2026
Aksipost.com
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Aksipost.com
No Result
View All Result
SKK Migas-Petrochina Serahkan Fasilitas Belajar Untuk Anak Suku Dalam

Ilustrasi

Konflik SAD dengan Perkebunan Harus Lihat Akar Persoalan

2 November 2021
in DAERAH, HEADLINE

JAMBI – KKI Warsi menilai untuk menyelesaikan permasalahan konflik antara warga Suku Anak Dalam dengan perusahaan perkebunan harus dilihat akar persoalannya.

Manager Program Suku-Suku Komunitas Konservasi Indonesia, Warsi R Aritonang menyebutkan, setiap konflik ini harus dilihat akar persoalannya dan jangan dilihat secara parsial.

Berita Lainnya

Hardiknas 2026 di Batang Hari, Fadhil Arief Ajak Semua Pihak Gotong Royong Majukan Pendidikan

Jejak Fadhil Arief Bangkitkan Batang Hari, Dari Lesu ke Bernyawa

Alhamdulillah, Kemiskinan di Batang Hari Turun

Rentetan kasus yang timbul merupakan akumulasi dari persoalan-persoalan dasar pada komunitas adat marginal dalam hal ini Orang Rimba atau Suku Anak Dalam (SAD) yang tidak terselesaikan secara baik.

Perusahaan sawit yang berkonflik dengan Orang Rimba, merupakan wilayah jelajah suku ini sejak sebelum ada perusahaan di wilayah itu. Namun kemudian perusahaan hadir dan komunitas itu dapat menjadi marginal di dalam lahan mereka.

Tanpa ada upaya untuk mengakomodir suku ini dan memperlakukan mereka layaknya bagian dari anak bangsa.

“Ini yang jadi intinya, Orang Rimba kehilangan sumber penghidupan mereka, akibat lahan beralih fungsi menjadi perkebunan sawit,” kata dia, Selasa (2/11).

Pada sisi lain, bagaimana kebun sawit tidak lagi ada umbi di dalam tanahnya, tidak ada lagi pohon buah untuk konsumsi, sehingga Orang Rimba mengambil brondol yang jatuh untuk ditukarkan dengan beras.

Ketika Orang Rimba mengambil brondol, maka hal itu dianggap sebagai pencuri alias pelaku kriminal, dan mereka dapat diperlakukan sewenang-wenang.

Akibatnya pada beberapa kasus Orang Rimba menjadi pihak yang diadukan kepada penegak hukum, sehingga satpam perusahaan –tentunya atas arahan manajemen perusahaan– melakukan tindakan yang mereka yakini sebegai bentuk perlindungan tempat usaha.

Ia menyatakan, sama sekali perusahaan tidak melihat Orang Rimba sebagai bagian yang harusnya dicarikan solusi permanen untuk mereka. Orang Rimba seolah dianggap sebagai penumpang di lahan sehingga semua tindakan mereka dianggap sebagai pelaku kriminal.

Ia mengatakan, kesalahannya justru di situ, yaitu tidak melihat Orang Rimba bagian dari anak bangsa dan harus ada itikad baik perusahaan dan pemerintah untuk mengakomodir Orang Rimba dalam sistem penghidupan yang diakui semua pihak.

Sebenarnya sejak beberapa tahun ini, sudah ada skema yang paling tepat untuk Orang Rimba yang berada di kebun sawit yaitu dengan skema reforma agraria.

Pengakuan orang rimba di wilayah itu dan diberi sumber penghidupan yang dihargai semua pihak,” kata dia. Kondisi serupa juga terjadi di banyak kelompok Orang Rimba yang tinggal di bawah perkebunan sawit.

Dalam catatan dia, terdapat lebih dari 414 Kepala Keluarga Orang Rimba yang tinggal di perkebunan sawit, di antaranya perusahaan sawit skala besar milik Sinar Mas Plantation yaitu PT PKM, PT BKS dan KDA, serta milik Astra yaitu PT SAL.

“Managemen perusahaan harus bertanggung jawab secara utuh atas Orang Rimba yang ada di lahan mereka, dan tidak membenturkan Orang Rimba dengan pekerja perusahaan, sehingga konflik ini bisa diakhiri secara permanen,” kata Aritonang.

ShareTweetSend
Previous Post

Kapolri Copot Enam Kapolres

Next Post

Nakes Singapura Ramai-Ramai Mundur

Related Posts

Hardiknas 2026 di Batang Hari, Fadhil Arief Ajak Semua Pihak Gotong Royong Majukan Pendidikan

Hardiknas 2026 di Batang Hari, Fadhil Arief Ajak Semua Pihak Gotong Royong Majukan Pendidikan

4 Mei 2026
Jejak Fadhil Arief Bangkitkan Batang Hari, Dari Lesu ke Bernyawa

Jejak Fadhil Arief Bangkitkan Batang Hari, Dari Lesu ke Bernyawa

1 Mei 2026
Aksi Fadhil Arief Berhasil! Batanghari Ketiban ‘Durian Runtuh’ Rp11,8 Miliar dari Wapres

Alhamdulillah, Kemiskinan di Batang Hari Turun

30 April 2026
Salurkan Bantuan Kursi Roda, Bunda Zulva Fadhil Tunjukkan Kepedulian untuk Warga Batang Hari

Salurkan Bantuan Kursi Roda, Bunda Zulva Fadhil Tunjukkan Kepedulian untuk Warga Batang Hari

29 April 2026
Ketua IKAL Lemhannas RI Jambi Ucapkan Selamat atas Pelantikan Dudung Abdurachman sebagai Kepala Kantor Staf Presiden

Ketua IKAL Lemhannas RI Jambi Ucapkan Selamat atas Pelantikan Dudung Abdurachman sebagai Kepala Kantor Staf Presiden

28 April 2026
Sudirman Dilantik Jadi Komisaris Utama Bank Jambi

Sudirman Dilantik Jadi Komisaris Utama Bank Jambi

28 April 2026
  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In