• REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
Minggu, Mei 10, 2026
Aksipost.com
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Aksipost.com
No Result
View All Result
Inilah Penyebab Warga Jangkat Memanas

Inilah Penyebab Warga Jangkat Memanas

8 November 2016
in HUKUM & KRIMINAL

BANGKO – Perambahan hutan yang dilakukan warga eksodus di Kecamatan Jangkat, Lembah Masurai, dan sekitar, sudah lama sangat meresahkan. Tidak hanya terkait perambahan, keberadaan warga eksodus itu juga membuat masyarakat merasa tidak aman.

Tak hanya itu, warga juga kian memanas dikarenakan pemerintah terkesan lalai dalam mengambil langkah. Sampai saat ini tidak ada tindakan tegas dari pemerintah dan penegak hukum, membuat warga main hakim sendiri dengan melakukan pengusiran.

Berita Lainnya

Mantan Hakim Pengadilan Negeri Polisikan Ketua LAM di Jambi

Hafizi Alatas ke Amrizal: Tak Pantas Tersangka Duduk di DPRD, Mundurlah Secara Jantan Sebelum Dibui Seperti Varial Adhi

Polres Batanghari Terima Laporan Dugaan Pencemaran Nama Baik Lewat Facebook dan TikTok

Seperti yang terjadi di Desa Renah Alai, Kecamatan Jangkat, Senin (7/11). Ratusan warga berjaga di tengah hutan di kawasan rumah hitam atau tepatnya di antara Desa Renah Alai dengan Sungai Lalang.

Beruntuk, tak ada aksi main hakim sendiri dalam kejadian ini. Aparat kepolisian dan TNI yang bersiaga mengawal aksi warga yang menemui para pendatang. Saat itu warga hanya memberi peringatan tertulis saja.

Zulhadi, Kepala Desa Renah Alai, mengaku sudah ada puluhan orang penduduk eksodus telah merambah hutan di wilayah adat desa Renah Alai di sekitar perbatasan dengan Desa Sungai Lalang dan Desa Nilo Dingin.

“Itu juga sudah dilakukan cek ke lokasi 3 Nomber lalu. Ternyata memang benar adanya puluhan pendatang telah merambah kawasan itu,” ujarnya.

Terkait itu, Pemerintah Desa (Pemdes) dan seluruh warga sepakat untuk menghalau warga pendatang yang merambah di kawasan hutan adat tersebut.

“Selaku kepala desa saya sudah kewalahan dan tidak bisa lagi membendung warga lagi. Tapi terkait ini kita sudah memberitahu dengan pihak berwajib, agar tidak terjadi hal yang diinginkan,” ucapnya.

ShareTweetSend
Previous Post

Tangkapan Udang Nelayan Sepi

Next Post

294 Gepeng di Kota Jambi Terjaring Razia

Related Posts

Mantan Hakim Pengadilan Negeri Polisikan Ketua LAM di Jambi

Mantan Hakim Pengadilan Negeri Polisikan Ketua LAM di Jambi

7 Mei 2026
Hafizi Alatas ke Amrizal: Tak Pantas Tersangka Duduk di DPRD, Mundurlah Secara Jantan Sebelum Dibui Seperti Varial Adhi

Hafizi Alatas ke Amrizal: Tak Pantas Tersangka Duduk di DPRD, Mundurlah Secara Jantan Sebelum Dibui Seperti Varial Adhi

5 Mei 2026
Polisi Tangkap Oknum PNS Telibat Pencurian Nasabah

Polres Batanghari Terima Laporan Dugaan Pencemaran Nama Baik Lewat Facebook dan TikTok

2 Mei 2026
Berharap Hukuman Mati, Ternyata Pembunuh IRT Hanya Dituntut 18 Tahun

Berharap Hukuman Mati, Ternyata Pembunuh IRT Hanya Dituntut 18 Tahun

8 April 2026
Kapolres Sawahlunto Sikat Habis Tambang Liar di Tiga Titik Lokasi

Kapolres Sawahlunto Sikat Habis Tambang Liar di Tiga Titik Lokasi

11 Maret 2026
Keberadaan Amrizal Pasca Mengabaikan Panggilan Kedua Polda Jambi

6 Fakta Amrizal Jadi DPRD Jambi Maling Nomor Ijazah Orang Lain, Terancam Dibui 7 Tahun Tapi Tak Ditahan

5 Maret 2026
  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In