JAMBI – Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi merilis empat data strategis pada Selasa, 5 Mei 2026, meliputi pertumbuhan ekonomi, ketenagakerjaan, ketimpangan gender, dan hasil SUPAS 2025.
Ekonomi Provinsi Jambi pada Triwulan I-2026 tumbuh 4,33 persen dibanding Triwulan I-2025. Nilai PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp88,80 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp45,80 triliun. Pertumbuhan tertinggi dicatat Lapangan Usaha Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 13,54 persen. Dari sisi pengeluaran, Konsumsi Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga tumbuh paling tinggi 11,36 persen.
Namun secara kuartalan, ekonomi Jambi terkontraksi 4,55 persen dibanding Triwulan IV-2025. Kontraksi terdalam terjadi di Jasa Pendidikan sebesar 10,83 persen dan Konsumsi Pemerintah yang anjlok 30,40 persen. Struktur ekonomi Jambi masih ditopang Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan dengan kontribusi 34,02 persen. Dari sisi pengeluaran, Ekspor Barang dan Jasa mendominasi hingga 69,94 persen.
Dari sisi ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka Februari 2026 tercatat 3,99 persen, turun 0,50 persen poin dibanding Februari 2025. Jumlah penduduk bekerja 1,80 juta orang, turun 3,08 ribu orang. Sektor akomodasi dan makan minum menyerap tenaga kerja paling banyak dengan kenaikan 19,38 ribu orang. Pekerja formal naik menjadi 46,21 persen atau 830,31 ribu orang.
Angka setengah pengangguran turun signifikan 15,47 persen poin. Meski begitu, jumlah angkatan kerja turun 12,94 ribu orang menjadi 1,87 juta orang dengan TPAK ikut turun 1,42 persen poin.
Indeks Ketimpangan Gender 2025 Jambi membaik ke angka 0,509, turun 0,019 poin dari tahun 2024. Perbaikan didorong oleh membaiknya dimensi kesehatan reproduksi dan pemberdayaan. Proporsi perempuan usia 15–49 tahun yang melahirkan tidak di fasilitas kesehatan turun dari 19,9 persen menjadi 15,3 persen. Perempuan yang melahirkan di bawah 20 tahun juga turun tipis menjadi 29,8 persen.
Dari sisi pendidikan, perempuan 25 tahun ke atas lulusan SMA ke atas naik menjadi 36,77 persen, sementara laki-laki justru turun menjadi 42,25 persen.
Hasil SUPAS 2025 mencatat laju pertumbuhan penduduk Jambi 1,27 persen per tahun dengan rasio ketergantungan naik menjadi 45,24. Angka Kelahiran Total 2,23 sudah mendekati replacement level. sementara Angka Kematian Bayi terus turun ke 14,75. Tujuh kabupaten/kota di Jambi menjadi daerah tujuan migrasi dengan angka migrasi risen neto positif. Persentase penduduk lanjut usia sudah mencapai 9,96 persen, menandakan Jambi mulai mendekati fase ageing population
BPS Provinsi Jambi menegaskan, empat data ini menjadi potret awal 2026 untuk bahan evaluasi pembangunan. Ekonomi tumbuh tapi ada kontraksi kuartalan yang harus diwaspadai. Sektor ketenagakerjaan membaik, gender makin setara, tapi juga harus siap dengan bonus demografi yang mulai bergeser. **








