• REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
Selasa, Maret 10, 2026
Aksipost.com
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Aksipost.com
No Result
View All Result
Jangan Mudah Alih Fungsi Lahan

Jangan Mudah Alih Fungsi Lahan

9 Februari 2017
in DAERAH

Jambi, AP – Wakil Gubernur (Wagub) Jambi Fachrori Umar mengimbau masyarakat di wilayah itu tidak terlalu mudah melakukan pengalihan fungsi lahan pertanian padi sawah yang ada saat ini.

“Kita berharap kepada masyarakat jangan begitu mudah alih fungsi lahan pertanian menjadi kebun sawit atau karet dan yang lainnya. Kalau bisa lahan pertanian itu diperluas lagi,” katanya, Kamis (09/02).

Berita Lainnya

Dihadiri Seluruh Ketua RT Kota Jambi, Maulana Kian Mantap ‘Gempur’ Kampung Bahagia

Buka Bersama di Rumdisnya, Wawako Diza Akui Terasa Begitu Spesial

Gubernur Al Haris Setujui THR Rp1 Juta untuk 6.438 PPPK Paruh Waktu di Jambi

Menurut dia, langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mendukung program pemerintah pusat yang saat ini gencar melakukan program cetak sawah untuk menuju swasembada beras.

Hal itu tentu harus didukung semua kalangan hingga ke tingkat bawah, masyarakat Provinsi Jambi. Jambi memiliki sebelas kabupaten/kota juga termasuk di dalamnya.

Dia menyatakan, memperbanyak lahan pertanian sawah juga dapat membantu perekonomian masyarakat dan akan mengurangi ketergantungan kepada pemerintah akan kebutuhan beras.

“Kalau swasembada beras sudah terjadi, tentu masyarakat akan semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhannya sehari-hari dan yang pasti perekonomian mereka juga akan terbantu,” kata Wagub.

Ia menilai program cetak sawah tidak tergantung tingkat atau golongan masyarakat tertentu saja. Semuanya bisa terlibat dalam hal tersebut.

Masyarakat jangan lagi teriming-imingi oleh pembukaan lahan lain selain padi sawah sebab padi sawah lebih cepat menghasilkan. Tidak seperti sawit dan karet yang banyak membutuhkan biaya dan memakan waktu.

“Padi sawah bisa panen dua kali dalam satu tahun dan harganya pun tetap tidak sering berubah. Kalau sawit dan karet ‘kan sering berubah, lagian waktu untuk panen pun 3-5 tahun baru bisa ada hasil,” ujarnya.

“Menanam padi juga tidak tergantung tingkat perekonomian. Sebenarnya hal itu merupakan sebuah kewajiban bagi setiap kalangan dalam upaya memenuhi kebutuhan beras,” katanya. ant

Jambi, AP – Wakil Gubernur (Wagub) Jambi Fachrori Umar mengimbau masyarakat di wilayah itu tidak terlalu mudah melakukan pengalihan fungsi lahan pertanian padi sawah yang ada saat ini.

“Kita berharap kepada masyarakat jangan begitu mudah alih fungsi lahan pertanian menjadi kebun sawit atau karet dan yang lainnya. Kalau bisa lahan pertanian itu diperluas lagi,” katanya, Kamis (09/02).

Menurut dia, langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mendukung program pemerintah pusat yang saat ini gencar melakukan program cetak sawah untuk menuju swasembada beras.

Hal itu tentu harus didukung semua kalangan hingga ke tingkat bawah, masyarakat Provinsi Jambi. Jambi memiliki sebelas kabupaten/kota juga termasuk di dalamnya.

Dia menyatakan, memperbanyak lahan pertanian sawah juga dapat membantu perekonomian masyarakat dan akan mengurangi ketergantungan kepada pemerintah akan kebutuhan beras.

“Kalau swasembada beras sudah terjadi, tentu masyarakat akan semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhannya sehari-hari dan yang pasti perekonomian mereka juga akan terbantu,” kata Wagub.

Ia menilai program cetak sawah tidak tergantung tingkat atau golongan masyarakat tertentu saja. Semuanya bisa terlibat dalam hal tersebut.

Masyarakat jangan lagi teriming-imingi oleh pembukaan lahan lain selain padi sawah sebab padi sawah lebih cepat menghasilkan. Tidak seperti sawit dan karet yang banyak membutuhkan biaya dan memakan waktu.

“Padi sawah bisa panen dua kali dalam satu tahun dan harganya pun tetap tidak sering berubah. Kalau sawit dan karet ‘kan sering berubah, lagian waktu untuk panen pun 3-5 tahun baru bisa ada hasil,” ujarnya.

“Menanam padi juga tidak tergantung tingkat perekonomian. Sebenarnya hal itu merupakan sebuah kewajiban bagi setiap kalangan dalam upaya memenuhi kebutuhan beras,” katanya. ant

ShareTweetSend
Previous Post

Pelaku Curanmor Nyaris Tewas Diamuk Massa

Next Post

Harga Tandan Buah Sawit

Related Posts

Dihadiri Seluruh Ketua RT Kota Jambi, Maulana Kian Mantap ‘Gempur’ Kampung Bahagia

Dihadiri Seluruh Ketua RT Kota Jambi, Maulana Kian Mantap ‘Gempur’ Kampung Bahagia

9 Maret 2026
Buka Bersama di Rumdisnya, Wawako Diza Akui Terasa Begitu Spesial

Buka Bersama di Rumdisnya, Wawako Diza Akui Terasa Begitu Spesial

9 Maret 2026
Gubernur Al Haris Setujui THR Rp1 Juta untuk 6.438 PPPK Paruh Waktu di Jambi

Gubernur Al Haris Setujui THR Rp1 Juta untuk 6.438 PPPK Paruh Waktu di Jambi

9 Maret 2026
Maulana-Diza Bagi 50 Paket Sembako, Apresiasi Program RT 17 Simpang III Sipin

Maulana-Diza Bagi 50 Paket Sembako, Apresiasi Program RT 17 Simpang III Sipin

8 Maret 2026
Wali Kota Tinjau Daerah Rawan Terdampak Banjir, Kampung Bahagia Digempur

Wali Kota Tinjau Daerah Rawan Terdampak Banjir, Kampung Bahagia Digempur

8 Maret 2026
Pemkot Jambi Bentuk Tim Terpadu untuk Tuntaskan Polemik Zona Merah Kenali Asam

Pemkot Jambi Bentuk Tim Terpadu untuk Tuntaskan Polemik Zona Merah Kenali Asam

7 Maret 2026
  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In