• REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
Minggu, Agustus 31, 2025
Aksipost.com
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Aksipost.com
No Result
View All Result
Pengusaha Siapkan Strategi Produksi Hadapi Pelemahan Rupiah

Pengusaha Siapkan Strategi Produksi Hadapi Pelemahan Rupiah

4 September 2018
in NASIONAL

Jakarta, AP – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyiapkan strategi produksi dalam menghadapi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar yang tengah terjadi.

“Banyak dari kita yang memang sudah bersiap mulai dari menyiapkan strategi produksi yang lebih efisien, pengaturan waktu distribusi dan manajemen marketing, kata Wakil Ketua Apindo bidang Hubungan Internasional dan Investasi Shinta Widjaja Kamdani melalui pesan elektronik di Jakarta, Selasa, (4/9).

Berita Lainnya

Jelang Kongres Persatuan PWI 2025: Hendry Ch Bangun 21 Dukungan, Akhmad Munir 17

TVRI Terdepan Melayani di Tengah Gempuran Media Digital

Masalah TSM IV Gelam Baru Berbuntut Panjang Jika Tak Bisa Dimediasi

Shinta menyampaikan bahwa bisnis harus tetap jalan, di mana pengusaha berupaya agar tidak menjadikan situasi ini untuk mengambil strategi yang justru menimbulkan dampak negatif terhadap iklim usaha.

Untuk beberapa bisnis yang berorientasi ekspor, lanjut Shinta, seperti otomotif kemungkinan besar akan mulai menambah fokusnya ke pasar luar negeri, karena saat ini kapasitas terpakai mereka baru sekitar 1 juta dari sekitar 2 juta mobil per tahun.

“Ekspor komoditi juga perlu diperluas dan ditingkatkan. Hal ini mau tidak mau karena kita harus perbaiki dulu kondisi saat ini sebelum menatap solusi yang lebih resilient,” ungkap Shinta.

Menurutnya, para perwakilan bisnis di luar negeri juga harus menyadari akan kondisi saat ini dan secara proaktif memetakan pasar di negara tempat mereka bekerja dan membantu pengusaha yang ingin masuk ke sana.

Menurut Shinta, pelemahan rupiah akan berlanjut karena memang tekanan kepada negara berkembang masih tinggi karena krisis Turki dan Argentina, ditambah Brazil dan Afrika Selatan.

“Belum lagi The Fed masih akan menaikkan suku bunganya, dan dampak perang dagang yang akan segera terasa,” katanya. ant

ShareTweetSend
Previous Post

Kejagung Tangkap 154 Buron

Next Post

Dukcapil Kehabisan Tinta KTP Elektrik

Related Posts

Jelang Kongres Persatuan PWI 2025: Hendry Ch Bangun 21 Dukungan, Akhmad Munir 17

Jelang Kongres Persatuan PWI 2025: Hendry Ch Bangun 21 Dukungan, Akhmad Munir 17

27 Agustus 2025
TVRI Terdepan Melayani di Tengah Gempuran Media Digital

TVRI Terdepan Melayani di Tengah Gempuran Media Digital

27 Agustus 2025
Masalah TSM IV Gelam Baru Berbuntut Panjang Jika Tak Bisa Dimediasi

Masalah TSM IV Gelam Baru Berbuntut Panjang Jika Tak Bisa Dimediasi

20 Agustus 2025
Al Haris Diminta Duduk Bersama Gubernur Sumsel 

Al Haris Diminta Duduk Bersama Gubernur Sumsel 

1 Agustus 2025
FGD GREAT Institute Hasilkan Empat Rekomendasi Strategis Hadapi Situasi Global yang Tak Pasti

FGD GREAT Institute Hasilkan Empat Rekomendasi Strategis Hadapi Situasi Global yang Tak Pasti

9 Juli 2025
Susunan Pengurus Pusat JMSI Periode 2025-2030 

Susunan Pengurus Pusat JMSI Periode 2025-2030 

4 Juli 2025
  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In