• REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, April 18, 2026
Aksipost.com
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Aksipost.com
No Result
View All Result
Polisi Buru Pemilik Puluhan Kubik Kayu Ilegal

Ilegal Logging Hutan Suaka Diangkut ke Perusahaan Industri di Jambi

28 Agustus 2020
in HEADLINE, HUKUM & KRIMINAL

RIAU, AP – Jaringan Pemantau Independen Kehutanan (JPIK) menemukan bukti adanya perusahaan kayu industri primer yang memegang sertifikat legalitas kayu (SLK), terlibat dalam serangkaian pencurian kayu secara ilegal (ilegal logging) di Hutan Suaka Margasatwa Rimbang Baling, Provinsi Riau.

Fakta itu diungkap JPIK dalam siaran pers melalui aplikasi “zoom”, dengan menghadirkan sejumlah media massa nasional secara daring atau virtual dari Bogor, Jawa Barat, Kamis 27 Agustus 2020.

Berita Lainnya

Nasib PNS Pemprov Jambi Sedang Tidak Baik-baik Saja, Tolonglah Cairkan TPP Mereka, Sudah 3 Bulan Loh

Kasus Amrizal Anggota DPRD Provinsi Jambi, Penyidik Polda Sumbar Lengkapi Petunjuk Jaksa

Berharap Hukuman Mati, Ternyata Pembunuh IRT Hanya Dituntut 18 Tahun

“Data tersebut merupakan satu dari tiga poin fakta temuan JPIK dalam pemantauan kepatuhan pemegang izin pemanfaatan dan perdagangan hasil hutan kayu di delapan provinsi selama kurun Oktober 2019 hingga Juni 2020,” kata Juru Kampanye JPIK, Mochamad Ichwan.

Hasil uji pelaksanaan sistem verifikasi legalitas kayu (SVLK) melalui serangkaian analisis rantai pasok bahan baku industri primer dan pemantauan lapangan di delapan provinsi itu, JPIK menemukan tiga indikasi pelanggaran di tingkat hulu.

Pertama, kayu-kayu ilegal yang berasal dari kawasan suaka margasatwa Rimbang Baling, Riau diketahui dengan mudah beredar.

Kayu-kayu kawasan lindung itu bahkan dengan mudahnya diangkut untuk memenuhi suplai bahan baku beberapa industri primer yang perizinannya diragukan yang berada di Simpang Kambing (Teratak Buluh) dan Lubuk Siam, Kabupaten Kampar.

Kedua, kasus serupa ditemukan di Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Lalan Mangsang Mendis, di Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan.

Dari kawasan ini, ditemukan kayu berbentuk balok dengan panjang kurang-lebih empat meter di Dusun Tujuh, Desa Muara Medak, yang diduga kuat hasil ilegal logging yang dihanyutkan melalui Sungai Medak dan Sungai Merang. Kayu-kayu tersebut diangkut ke beberapa industri yang berada di Sumatera Selatan dan Jambi.

“Ketiga, perusahaan berkedok Izin Pemanfaatan Kayu (IPK) CV MRTK tanpa mengantongi S-LK diduga kuat melakukan pemanenan kayu hasil land clearing perkebunan sawit PT CSHS di Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu,” kata Ichwan.

Sementara itu, di tingkat hilir, perusahaan pengekspor produk kehutanan yang telah ber-SLK ditemukan menggunakan produk kayu yang bersumber dari perusahaan yang tidak bersertifikat, sehingga diragukan legalitasnya.

Selain itu, teridentifikasi adanya modus tidak mencantumkan jenis kayu pada dokumen yang menerangkan sahnya hasil hutan oleh oknum pemilik izin industri, memungkinkan terjadinya praktik kecurangan pemanfaatan kayu yang masuk dalam daftar CITES Appendix II, tanpa memiliki izin edar dan dokumen khusus.

Menurut peneliti JPIK, Deden Pramudiana, illegal logging yang terjadi di sejumlah wilayah, terutama di Rimbang Baling masih terus berlangsung meski pandemi COVID-19 sedang melanda.

Pengangkutan kayu ilegal pun tidak berhenti meskipun Kepolisian Daerah (Polda) Riau melakukan operasi dan menangkap satu unit truk tronton berisi kayu hutan alam hasil pembalakan liar di Suaka Margasatwa Rimbang Baling pada bulan Mei 2020.

“Selain itu, kelalaian CV MRTK dalam melakukan pembayaran PSDH dan DR berpotensi menimbulkan kerugian negara dalam bentuk Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan indikasi korupsi sumber daya alam (SDA) dalam penerbitan izin pemanfaatan hasil hutan kayu,” kata Deden. (*)

ShareTweetSend
Previous Post

Agum Gumelar Terpilih Lagi jadi Ketua IKAL

Next Post

Investasi Taiwan ke Indonesia, Jambi Hanya Menerima 0,1 Persen

Related Posts

Nasib PNS Pemprov Jambi Sedang Tidak Baik-baik Saja, Tolonglah Cairkan TPP Mereka, Sudah 3 Bulan Loh

Nasib PNS Pemprov Jambi Sedang Tidak Baik-baik Saja, Tolonglah Cairkan TPP Mereka, Sudah 3 Bulan Loh

16 April 2026
Keberadaan Amrizal Pasca Mengabaikan Panggilan Kedua Polda Jambi

Kasus Amrizal Anggota DPRD Provinsi Jambi, Penyidik Polda Sumbar Lengkapi Petunjuk Jaksa

14 April 2026
Berharap Hukuman Mati, Ternyata Pembunuh IRT Hanya Dituntut 18 Tahun

Berharap Hukuman Mati, Ternyata Pembunuh IRT Hanya Dituntut 18 Tahun

8 April 2026
Fraksi PKB Desak Pak Al Haris Evaluasi Total Direksi dan Komisaris Bank Jambi

Fraksi PKB Desak Pak Al Haris Evaluasi Total Direksi dan Komisaris Bank Jambi

7 April 2026
Kata Profesor Rizal Djalil Mantan Ketua BPK RI, Balada Bank Jambi: Bank “Tidak Baik-Baik Saja”

Kata Profesor Rizal Djalil Mantan Ketua BPK RI, Balada Bank Jambi: Bank “Tidak Baik-Baik Saja”

2 April 2026
Kekhawatiran Ketum PPP Mardiono Jika Fadhil Arief VS Hurmin Akhirnya Terjawab, Justru Jadi Model Harapan Daerah Lain

Kekhawatiran Ketum PPP Mardiono Jika Fadhil Arief VS Hurmin Akhirnya Terjawab, Justru Jadi Model Harapan Daerah Lain

31 Maret 2026
  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In