• REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
Minggu, Mei 10, 2026
Aksipost.com
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Aksipost.com
No Result
View All Result
Harga Udang Ketak Dari Rp80 Ribu Turun Drastis Menjadi Rp20 Ribu

Udang ketak. Foto: Istimewa

Harga Udang Ketak Dari Rp80 Ribu Turun Drastis Menjadi Rp20 Ribu

30 Agustus 2020
in EKONOMI, HEADLINE

Tanjabar, AP – Nelayan mengeluhkan harga jual udang ketak di Kabupaten Tanjung Jabung Barat menurun drastis dari Rp80.000/ ekor menjadi Rp20.000.

“Harga jual udang ketak menurun drastis, pengepul membeli dari nelayan kisaran harga Rp20 ribu sampai Rp35 ribu untuk ukuran udang yang besar,” kata Effendy, nelayan, Minggu 30 Agustus 2020.

Berita Lainnya

Viral Al Haris Minta Rp400 Juta, Elas Anra Dermawan Sebut Sudah Damai Secara Kekeluargaan dan Tidak Ada Kaitan

Sesama Tersangka Sejak Desember, Varial Dibui Polda Jambi, Amrizal Ditangani Polda Sumbar Masih Duduk Empuk, Tokoh Kerinci: Jangan Pilih Kasih

Ekonomi Jambi Tumbuh 4,33%, Pengangguran Turun Jadi 3,99%, Ketimpangan Gender Membaik

Biasanya udang ketak ukuran besar dihargai Rp80.000 sampai Rp90.000 per ekor  sedangkan untuk udang ukuran paling kecil di hargai Rp5.000. Sementara saat ini untuk udang ukuran kecil hanya dihargai Rp1000/ekor.

Harga jual udang ketak yang menurun drastis tersebut, menurut dia,  tetap memaksa nelayan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat pergi mencari udang ke laut karena  tak ada mata pencaharian lain yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Ya mau tidak mau tetap ke laut mencari udang, karena tidak ada penghasilan lain,” kata Effendy.

Turunnya harga udang ketak tersebut sangat berpengaruh terhadap pendapatan nelayan, ujarnya, meski perolehan udang di laut tidak seberapa, saat harga udang normal masih mendapatkan hasil. Namun saat ini perolehan udang di laut harus banyak, jika tidak nelayan akan alami kerugian.

Dia mencontohkan, saat kondisi harga udang normal, dengan hanya memperoleh 7 ekor udang ukuran besar penghasilan dalam sehari berkisar Rp595 ribu. Namun untuk kondisi saat ini, jika hanya mendapat 7 ekor udang ukuran besar penghasilan hanya Rp140 ribu.

“Belum lagi modal membeli minyak untuk perahu, penghasilan bersih hanya berkisar Rp70 ribu, itu jika dapat udang, jika tidak kita hanya bisa mengelus dada,” katanya.

Dia menyatakan, turunnya harga udang tersebut disebabkan pengiriman udang yang terbatas karena ter dampak pandemi COVID-19. saat kondisi biasa, pengepul udang ketak di daerah itu tidak membatasi pembelian udang. Sementara saat ini pengepul udang di daerah membatasi pembelian karena pengiriman udang yang terbatas.

 

Ketua Kelompok Nelayan Sumber Rezeki A.Roni mengatakan, kondisi tersebut terjadi sejak pandemi COIVD-19 terjadi. Meski harga udang ketak sempat alami kenaikan namun tidak terjadi dalam kurun waktu yang lama.

 

“Awal awal pandemi COVID-19 harga udang ketak menurun drastis, sempat alami kenaikan harga pada bulan Juli namun saat ini menurun lagi,” katanya.

 

Dia, berharap harga udang ketak dapat kembali normal, sebab hampir 50 persen warga di Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat penghasilannya dari mencari udang ketak di laut.

 

Selain harga udang yang menurun drastis, kondisi cuaca saat ini juga tidak bersahabat. Pasalnya gelombang di laut saat ini dalam kondisi gelombang besar. Dengan kondisi tersebut untuk mencari udang ketak di laut lebih sulit.

ShareTweetSend
Previous Post

Menuju Penerapan Insentif Fiskal Berbasis Ekologi di Provinsi Jambi

Next Post

Kerja KPK Dipastikan Tetap Berjalan Meski Pegawainya Disengat Covid

Related Posts

Gubernur Al Haris: Kita Ingin Sepakbola Jambi di Tingkat Nasional

Viral Al Haris Minta Rp400 Juta, Elas Anra Dermawan Sebut Sudah Damai Secara Kekeluargaan dan Tidak Ada Kaitan

10 Mei 2026
Sesama Tersangka Sejak Desember, Varial Dibui Polda Jambi, Amrizal Ditangani Polda Sumbar Masih Duduk Empuk, Tokoh Kerinci: Jangan Pilih Kasih

Sesama Tersangka Sejak Desember, Varial Dibui Polda Jambi, Amrizal Ditangani Polda Sumbar Masih Duduk Empuk, Tokoh Kerinci: Jangan Pilih Kasih

9 Mei 2026
Dinilai Tumpang Tindih, Bansos Jokowi di Benahi

Ekonomi Jambi Tumbuh 4,33%, Pengangguran Turun Jadi 3,99%, Ketimpangan Gender Membaik

5 Mei 2026
Kasus Injak-injak Dunia Pendidikan Jadi Tersangka, Varial Adhi Dibui, Amrizal Masih Ngantor di DPRD

Kasus Injak-injak Dunia Pendidikan Jadi Tersangka, Varial Adhi Dibui, Amrizal Masih Ngantor di DPRD

5 Mei 2026
Jejak Fadhil Arief Bangkitkan Batang Hari, Dari Lesu ke Bernyawa

Jejak Fadhil Arief Bangkitkan Batang Hari, Dari Lesu ke Bernyawa

1 Mei 2026
Ketua IKAL Lemhannas RI Jambi Ucapkan Selamat atas Pelantikan Dudung Abdurachman sebagai Kepala Kantor Staf Presiden

Ketua IKAL Lemhannas RI Jambi Ucapkan Selamat atas Pelantikan Dudung Abdurachman sebagai Kepala Kantor Staf Presiden

28 April 2026
  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In