• REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Februari 7, 2026
Aksipost.com
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Aksipost.com
No Result
View All Result
Harga Udang Ketak Dari Rp80 Ribu Turun Drastis Menjadi Rp20 Ribu

Udang ketak. Foto: Istimewa

Harga Udang Ketak Dari Rp80 Ribu Turun Drastis Menjadi Rp20 Ribu

30 Agustus 2020
in EKONOMI, HEADLINE

Tanjabar, AP – Nelayan mengeluhkan harga jual udang ketak di Kabupaten Tanjung Jabung Barat menurun drastis dari Rp80.000/ ekor menjadi Rp20.000.

“Harga jual udang ketak menurun drastis, pengepul membeli dari nelayan kisaran harga Rp20 ribu sampai Rp35 ribu untuk ukuran udang yang besar,” kata Effendy, nelayan, Minggu 30 Agustus 2020.

Berita Lainnya

Selama 5 Tahun Beroperasi, PT Super Home Productions Indonesia Tidak Kantongi Izin Penggunaan Jalan

Rendra Usman dan Katamso Gelar Pertemuan

Amrizal DPRD Jadi Tersangka Kasus Catut Nomor Ijazah, Golkar: Yang Tahu Itu KPU

Biasanya udang ketak ukuran besar dihargai Rp80.000 sampai Rp90.000 per ekor  sedangkan untuk udang ukuran paling kecil di hargai Rp5.000. Sementara saat ini untuk udang ukuran kecil hanya dihargai Rp1000/ekor.

Harga jual udang ketak yang menurun drastis tersebut, menurut dia,  tetap memaksa nelayan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat pergi mencari udang ke laut karena  tak ada mata pencaharian lain yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Ya mau tidak mau tetap ke laut mencari udang, karena tidak ada penghasilan lain,” kata Effendy.

Turunnya harga udang ketak tersebut sangat berpengaruh terhadap pendapatan nelayan, ujarnya, meski perolehan udang di laut tidak seberapa, saat harga udang normal masih mendapatkan hasil. Namun saat ini perolehan udang di laut harus banyak, jika tidak nelayan akan alami kerugian.

Dia mencontohkan, saat kondisi harga udang normal, dengan hanya memperoleh 7 ekor udang ukuran besar penghasilan dalam sehari berkisar Rp595 ribu. Namun untuk kondisi saat ini, jika hanya mendapat 7 ekor udang ukuran besar penghasilan hanya Rp140 ribu.

“Belum lagi modal membeli minyak untuk perahu, penghasilan bersih hanya berkisar Rp70 ribu, itu jika dapat udang, jika tidak kita hanya bisa mengelus dada,” katanya.

Dia menyatakan, turunnya harga udang tersebut disebabkan pengiriman udang yang terbatas karena ter dampak pandemi COVID-19. saat kondisi biasa, pengepul udang ketak di daerah itu tidak membatasi pembelian udang. Sementara saat ini pengepul udang di daerah membatasi pembelian karena pengiriman udang yang terbatas.

 

Ketua Kelompok Nelayan Sumber Rezeki A.Roni mengatakan, kondisi tersebut terjadi sejak pandemi COIVD-19 terjadi. Meski harga udang ketak sempat alami kenaikan namun tidak terjadi dalam kurun waktu yang lama.

 

“Awal awal pandemi COVID-19 harga udang ketak menurun drastis, sempat alami kenaikan harga pada bulan Juli namun saat ini menurun lagi,” katanya.

 

Dia, berharap harga udang ketak dapat kembali normal, sebab hampir 50 persen warga di Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat penghasilannya dari mencari udang ketak di laut.

 

Selain harga udang yang menurun drastis, kondisi cuaca saat ini juga tidak bersahabat. Pasalnya gelombang di laut saat ini dalam kondisi gelombang besar. Dengan kondisi tersebut untuk mencari udang ketak di laut lebih sulit.

ShareTweetSend
Previous Post

Menuju Penerapan Insentif Fiskal Berbasis Ekologi di Provinsi Jambi

Next Post

Kerja KPK Dipastikan Tetap Berjalan Meski Pegawainya Disengat Covid

Related Posts

Selama 5 Tahun Beroperasi, PT Super Home Productions Indonesia Tidak Kantongi Izin Penggunaan Jalan

Selama 5 Tahun Beroperasi, PT Super Home Productions Indonesia Tidak Kantongi Izin Penggunaan Jalan

7 Februari 2026
Rendra Usman dan Katamso Gelar Pertemuan

Rendra Usman dan Katamso Gelar Pertemuan

4 Februari 2026
VIRAL Kasus Ijazah Milik Orang Lain di Anggota DPRD Jambi: Warganet Tag Golkar, Nadiem Makarim, Kapolri hingga Jokowi

Amrizal DPRD Jadi Tersangka Kasus Catut Nomor Ijazah, Golkar: Yang Tahu Itu KPU

3 Februari 2026
Jorok Banget Lur! Sampah Kian Menggunung di Gedung RSUD Raden Mattaher

Jorok Banget Lur! Sampah Kian Menggunung di Gedung RSUD Raden Mattaher

30 Januari 2026
Mengenal Ketua-ketua IKAL-Lemhannas di Sumatra, 2 Orang Jenderal Bintang 3 TNI-Polri, Jambi Pernah Bupati dan Anggota DPR RI

Surat Usman Ermulan ke Presiden Prabowo Diterima Langsung Menteri Pertanian, Intinya Petani Korban Akibat Ulah Kades!

26 Januari 2026
Rapat HKTI Bahas Pelabuhan Muara Sabak: Usman Ermulan Bilang Petani Sengsara Ekspor Dinikmati Provinsi Tetangga, Sutan Adil: Jambi Hanya Jadi Penonton

Rapat HKTI Bahas Pelabuhan Muara Sabak: Usman Ermulan Bilang Petani Sengsara Ekspor Dinikmati Provinsi Tetangga, Sutan Adil: Jambi Hanya Jadi Penonton

26 Januari 2026
  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In