• REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Februari 7, 2026
Aksipost.com
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Aksipost.com
No Result
View All Result
Rendra Usman Soroti Krisis Alat Medis di RSUD Raden Mattaher

Rendra Usman Soroti Krisis Alat Medis di RSUD Raden Mattaher

28 Januari 2026
in DEMOKRASI

Jambi – Kebijakan efisiensi anggaran di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Jambi menuai kritik keras dari Anggota DPRD Provinsi Jambi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mohd Rendra Ramadhan Usman.

Ia menilai efisiensi yang diterapkan justru menyentuh kebutuhan paling mendasar tenaga kesehatan, hingga berpotensi membahayakan keselamatan nakes dan pasien.

Berita Lainnya

Kemas Supriyadi Mencak-mencak di Gedung DPRD Batang Hari Bela Hak Buruh: Tutup PT Super Home Production Indonesia, Cek Seluruh Izinnya!

Percepat Realisasi PI 10 Persen, Pansus Gelar Pertemuan dengan Bupati Tanjabbar

Hasil Pertemuan Pansus I DPRD Jambi Bersama Bupati Tanjabtim Terkait Percepatan Realisasi PI 10 Persen

Kritik tersebut disampaikan langsung Rendra di hadapan Gubernur Jambi Al Haris saat sidang paripurna DPRD Provinsi Jambi, Senin (26/1/2026).

Rendra mengungkapkan, berdasarkan hasil di RSUD Raden Mattaher, sejumlah tenaga medis mengeluhkan keterbatasan alat pelindung diri akibat kebijakan efisiensi anggaran, termasuk ketersediaan handscoon atau sarung tangan medis.

“Saya baru saja dari sana. Bahkan, nakesnya cerita handscoon saja terkena efisiensi. Mereka mau mengambil darah saja tidak menggunakan handscoon, itu sangat berbahaya bagi nakes dan pasien,” tegas Rendra, juga Dewan Pembina JMSI Provinsi Jambi itu.

Menurutnya, kebijakan penghematan anggaran seharusnya tidak menyasar kebutuhan dasar pelayanan kesehatan. Ia menekankan bahwa alat pelindung diri merupakan standar wajib dalam layanan medis yang tidak bisa ditawar.

“Kalau memang rumah sakit melakukan efisiensi, jangan hal-hal yang sifatnya basic seperti ini yang dipangkas,” ujarnya.

Lebih jauh, Rendra mengingatkan bahwa persoalan tersebut bukan hanya soal handscoon. Ia khawatir keterbatasan anggaran juga berdampak pada ketersediaan obat-obatan dan kebutuhan medis lainnya.

“Saya bukan bicara tentang handscoon saja. Belum hal-hal lain dengan obat-obatan, jangan sampai efisiensi ini menyebabkan rumah sakit raden mattaher citranya buruk,” katanya.

Rendra pun meminta Pemerintah Provinsi Jambi untuk mengevaluasi kebijakan efisiensi anggaran di sektor kesehatan, khususnya di rumah sakit rujukan utama provinsi tersebut, agar tidak mengorbankan keselamatan dan kualitas pelayanan publik. **

ShareTweetSend
Previous Post

Temui Bappenas, Bupati Dillah Pertajam Rencana Hilirisasi Kelapa Dalam

Next Post

Urgensi dan Azaz Manfaat Serta Kepatuhan Hukum Perpindahan Status Hukum Kepolisian

Related Posts

Kemas Supriyadi Mencak-mencak di Gedung DPRD Batang Hari Bela Hak Buruh: Tutup PT Super Home Production Indonesia, Cek Seluruh Izinnya!

Kemas Supriyadi Mencak-mencak di Gedung DPRD Batang Hari Bela Hak Buruh: Tutup PT Super Home Production Indonesia, Cek Seluruh Izinnya!

5 Februari 2026
Percepat Realisasi PI 10 Persen, Pansus Gelar Pertemuan dengan Bupati Tanjabbar

Percepat Realisasi PI 10 Persen, Pansus Gelar Pertemuan dengan Bupati Tanjabbar

5 Februari 2026
Hasil Pertemuan Pansus I DPRD Jambi Bersama Bupati Tanjabtim Terkait Percepatan Realisasi PI 10 Persen

Hasil Pertemuan Pansus I DPRD Jambi Bersama Bupati Tanjabtim Terkait Percepatan Realisasi PI 10 Persen

5 Februari 2026
Komisi I DPRD Pelajari Cara Negara Hadir dalam Keterbukaan Informasi

Komisi I DPRD Pelajari Cara Negara Hadir dalam Keterbukaan Informasi

23 Januari 2026
Tantangan Disinformasi di Daerah Serius, Jambi Perlu Model Penanganan seperti DKI dan Jabar

Tantangan Disinformasi di Daerah Serius, Jambi Perlu Model Penanganan seperti DKI dan Jabar

22 Januari 2026
Pengawasan Penyiaran Tak Bisa Lagi Sekadar Reaktif

Pengawasan Penyiaran Tak Bisa Lagi Sekadar Reaktif

21 Januari 2026
  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In