Jambi- Kepedulian terhadap kesejahteraan anggota kembali ditunjukkan Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Tirta Marga Cipta Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jambi dengan menyalurkan ratusan paket sembako kepada anggota dan pengurus koperasi.
Sebanyak 215 paket sembako diserahkan secara langsung oleh Ketua KPN Tirta Marga Cipta, Ivan Wirata, kepada para anggota dan pengurus koperasi. Penyerahan ini menjadi bagian dari program kepedulian koperasi untuk membantu kebutuhan pokok anggota, terutama dalam menjalani bulan suci Ramadan.
Ivan Wirata menjelaskan, paket sembako yang diberikan memiliki nilai sekitar Rp320 ribu per paket dan berisi berbagai kebutuhan pokok rumah tangga. Adapun isi paket tersebut antara lain beras 5 kilogram, gula 1 kilogram, minyak goreng 2 kilogram, tepung 1 kilogram, kacang telur masak 1 kilogram, serta minuman satu krat.
Menurut Ivan, pada tahun ini koperasi juga menjalin kerja sama dengan Santri Mart yang merupakan unit usaha yang membantu pengembangan ekonomi pondok pesantren. Melalui kerja sama tersebut diharapkan program sosial koperasi tidak hanya memberi manfaat bagi anggota, tetapi juga berdampak positif terhadap pemberdayaan ekonomi pesantren.
“Kita ingin kegiatan koperasi tidak hanya berputar di internal, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas. Dengan kerja sama ini, kita turut mendukung pengembangan ekonomi pesantren,” ujar Ivan, Jumat, 6 Maret 2026.
Ia menegaskan, paket sembako yang dibagikan kepada anggota ini tidak dibebankan pada simpanan anggota atau dengan kata lain diberikan secara gratis oleh koperasi sebagai bentuk perhatian kepada seluruh anggota dan pengurus.
Selain menyalurkan bantuan sembako, Ivan Wirata juga memaparkan perkembangan kinerja koperasi yang dinilai menunjukkan pertumbuhan sangat signifikan dalam kurun waktu 15 tahun terakhir, sejak tahun 2010 hingga tahun buku 2025.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa KPN Tirta Marga Cipta mampu tumbuh secara sehat, transparan, dan berkelanjutan dengan dukungan penuh dari seluruh anggota.
Ivan menyebutkan, permodalan koperasi yang pada tahun 2010 hanya sebesar Rp811 juta, kini meningkat pesat menjadi Rp11,9 miliar pada tahun 2025, atau naik lebih dari 14 kali lipat.
“Pertumbuhan ini mencerminkan tingginya kepercayaan anggota terhadap koperasi, sekaligus menunjukkan bahwa tata kelola yang kita jalankan semakin profesional,” jelasnya.
Dari sisi keuntungan usaha, Sisa Hasil Usaha (SHU) koperasi juga mengalami peningkatan signifikan. Jika pada tahun 2010 SHU koperasi hanya mencapai Rp179,5 juta, maka pada tahun buku 2025 angka tersebut berhasil menembus Rp1,21 miliar, atau meningkat hampir 7 kali lipat.
Tidak hanya itu, manfaat koperasi bagi anggota juga semakin dirasakan secara nyata. Ivan menjelaskan bahwa plafon pinjaman anggota yang pada tahun 2010 hanya sebesar Rp10 juta per orang, kini meningkat drastis menjadi Rp200 juta per orang pada tahun 2024, atau naik hingga 20 kali lipat.
Kebijakan tersebut dinilai sangat membantu anggota dalam memenuhi berbagai kebutuhan ekonomi, baik untuk kebutuhan keluarga maupun untuk kegiatan produktif.
Ivan menegaskan bahwa koperasi akan terus berkomitmen meningkatkan pelayanan kepada anggota sekaligus menjaga pertumbuhan usaha agar tetap sehat.
“Koperasi ini milik kita bersama. Semakin kita kelola dengan baik, transparan, dan profesional, maka manfaatnya akan kembali lagi kepada anggota,” ujar Ivan mengakhiri pembicaraan. (*)








