Jambi- Kunjungan kerja Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi, Ir. H. Ivan Wirata, ke Kabupaten Bungo yang diterima secara langsung oleh Bupati Bungo, Dedy Putra menyisakan sejumlah pekerjaan rumah (PR) strategis yang perlu segera dituntaskan. Politisi yang akrab disapa Bang Ivan Wirata (BIW) itu menegaskan, kemajuan Bungo tidak hanya berdampak bagi daerahnya sendiri, tetapi juga menjadi pengungkit pertumbuhan bagi kabupaten tetangga seperti Tebo, Sarolangun hingga Merangin.
“Bungo ini kota lintas dan simpul ekonomi. Kalau Bungo maju, efek dominonya akan dirasakan daerah sekitar. Saat dialog dengan Bupati Bungo, Pak Dedy menyambut positif. Luar biasa pola fikir bupati untuk kemajuan daerahnya. Jadi sinergitas antara kepala daerah dan legislator di provinsi terjalin,” tegas BIW, Minggu, 1 Maret 2026.
Soroti Kerusakan Jalan Prioritas
Dalam peninjauan tersebut, Ivan Wirata menekankan pentingnya perhatian serius terhadap ruas jalan dengan tingkat kerusakan berat (RB) yang berpotensi menghambat arus logistik dan mobilitas masyarakat. Berdasarkan data teknis, beberapa ruas prioritas yang membutuhkan penanganan segera antara lain: Ruas Simp. Betung Bedarah – Bts. Bungo (Kabupaten Tebo) Membutuhkan anggaran sekitar Rp136,74 miliar dengan panjang kerusakan berat mencapai 14,9 km.
Ruas Bts. Tebo – Kuamang Kuning (Kabupaten Bungo) Memerlukan dana sekitar Rp146,91 miliar dengan volume rusak berat 14 km. Jalan Lingkar Muara Bungo, Diperkirakan membutuhkan Rp36,02 miliar guna menjaga kelancaran arus logistik luar kota.
Ditambahkan BIW yang pernah menjabat sebagai Kadis PU Provinsi Jambi era Hasan Basri Agus (HBA), jika merujuk pada data kondisi jalan provinsi di wilayah ini, beberapa segmen memang menunjukkan tingkat kerusakan yang perlu percepatan penanganan.
Misalnya pada ruas Simp. Betung Bedarah – Simp. Pintas – Batas Kab. Tebo/Bts. Kab. Bungo tercatat total panjang sekitar 27,5 km dengan kerusakan berat 14,9 km. Sementara di wilayah Bungo, ruas menuju Kuamang Kuning memiliki total panjang 47,57 km dengan kerusakan berat sekitar 14 km.
Menurut BIW, perbaikan ruas-ruas tersebut sangat krusial karena merupakan jalur penghubung utama distribusi barang dan mobilitas antarwilayah.
“Kalau jalan ini mulus, biaya logistik turun, investasi masuk, dan ekonomi masyarakat bergerak lebih cepat,” ujarnya.
Bandara Muara Bungo Juga Jadi Sorotan
Selain infrastruktur jalan, Ivan Wirata juga menyoroti optimalisasi Bandara Muara Bungo (BUU) agar mampu bersaing dengan bandara kelas menengah lain di Sumatera terutama Kabupaten Linggau yang merupakan akses terdekat dari wilayah barat Jambi. Ia menilai persoalan utama bandara saat ini bukan pada terminal, melainkan terbatasnya maskapai dan frekuensi penerbangan.
Beberapa langkah strategis yang didorong antara lain:
1. Perpanjangan Runway
Saat ini landasan pacu sekitar 2.100 meter. Idealnya diperpanjang menjadi 2.250–2.400 meter agar pesawat jet populer seperti Boeing 737-800 atau Airbus A320 dapat mendarat dengan beban penuh.
➡️ Dampak: membuka peluang masuknya maskapai seperti Lion Air, Super Air Jet, atau Citilink.
2. Fasilitas Night Flight
Optimalisasi Airfield Lighting System dan navigasi modern agar bandara bisa melayani penerbangan malam.
➡️ Dampak: fleksibilitas jadwal maskapai meningkat.
3. Mendorong Kompetisi Maskapai
Saat ini Nam Air masih dominan.
➡️ Solusi: skema insentif atau subsidi kursi (block seat) untuk menarik maskapai LCC.
➡️ Tujuan: harga tiket lebih kompetitif.
4. Integrasi Transportasi Antarmoda
Perlu konektivitas langsung bandara ke Tebo, Bangko hingga Dharmasraya melalui bus Damri atau travel resmi.
➡️ Dampak: memperluas catchment area penumpang.
5. Pengembangan Kargo
Dengan potensi perkebunan dan pertambangan di sekitar Bungo, pembangunan gudang kargo dinilai penting.
➡️ Dampak: bandara tidak hanya bergantung pada penumpang.
6. Promosi Wisata dan Bisnis
Sinkronisasi jadwal penerbangan dengan event daerah agar trafik meningkat.
Efek Domino Kawasan Barat Jambi
BIW menegaskan, penguatan infrastruktur jalan dan bandara harus berjalan paralel. Menurutnya, jika konektivitas darat dan udara Bungo membaik, maka wilayah barat Provinsi Jambi akan tumbuh lebih cepat.
“Ini bukan hanya soal Bungo. Ini soal konektivitas kawasan. Tebo, Sarolangun, Merangin bahkan Dharmasraya akan ikut terdorong,” pungkasnya. (*)








