Jambi – Dugaan pemborosan anggaran kembali mencuat setelah warga mendapati lampu penerangan jalan umum di Jalan Siswa Tiga, Kotabaru, menyala tanpa henti.
Kondisi itu bertolak belakang dengan fungsi dasar lampu jalan yang seharusnya hanya beroperasi pada malam hari.
Pantauan di lapangan pada Senin, 18 Mei 2026, sekitar pukul 11.00 WIB, menunjukkan lebih dari lima titik lampu jalan menyala bersamaan di siang bolong. Jarak antar titik pun berdekatan, sehingga pemborosan listrik terlihat jelas dari mata telanjang.
Asal tahu saja, masalah lampu jalan yang hidup di siang hari sudah terjadi berulang kali di wilayah Kota Jambi. Setiap kali dibiarkan, anggaran listrik yang bersumber dari APBD terus mengalir tanpa manfaat yang sesuai.
“Biasanya lampu jalan nyala di malam hari. Berbeda dengan di Kota Jambi, lampu jalan menyala non stop siang malam. Ini jelas pemborosan. Uang rakyat dipakai untuk menerangi jalan yang sudah terang karena matahari,” ujar Dito, salah seorang warga yang melintas.
Jika dibiarkan, konsumsi listrik yang tidak perlu berpotensi membebani kas daerah dan mengurangi anggaran untuk perbaikan infrastruktur lain yang lebih mendesak.
Selain pemborosan anggaran, lampu yang menyala terus juga mempercepat kerusakan perangkat. Akibatnya, biaya pemeliharaan dan penggantian akan lebih besar di kemudian hari.
Hingga berita ini dimuat, belum ada keterangan resmi dari dinas terkait mengenai penyebab dan tindak lanjut atas kondisi di Jalan Siswa Tiga Kotabaru.
(Dan)








