• REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
Selasa, Februari 24, 2026
Aksipost.com
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Aksipost.com
No Result
View All Result
Jangan Mudah Alih Fungsi Lahan

Jangan Mudah Alih Fungsi Lahan

9 Februari 2017
in DAERAH

Jambi, AP – Wakil Gubernur (Wagub) Jambi Fachrori Umar mengimbau masyarakat di wilayah itu tidak terlalu mudah melakukan pengalihan fungsi lahan pertanian padi sawah yang ada saat ini.

“Kita berharap kepada masyarakat jangan begitu mudah alih fungsi lahan pertanian menjadi kebun sawit atau karet dan yang lainnya. Kalau bisa lahan pertanian itu diperluas lagi,” katanya, Kamis (09/02).

Berita Lainnya

Rembuk Warga RT 20 Kenali Besar Bentuk Pokja Kampung Bahagia, Prioritaskan CCTV dan Drainase

500 PAUD Hadiri Edukasi Tanam Jagung di Poktan Kasturi

TMMD ke-127 di Bajubang Resmi Dimulai, Bupati Batang Hari Pimpin Upacara

Menurut dia, langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mendukung program pemerintah pusat yang saat ini gencar melakukan program cetak sawah untuk menuju swasembada beras.

Hal itu tentu harus didukung semua kalangan hingga ke tingkat bawah, masyarakat Provinsi Jambi. Jambi memiliki sebelas kabupaten/kota juga termasuk di dalamnya.

Dia menyatakan, memperbanyak lahan pertanian sawah juga dapat membantu perekonomian masyarakat dan akan mengurangi ketergantungan kepada pemerintah akan kebutuhan beras.

“Kalau swasembada beras sudah terjadi, tentu masyarakat akan semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhannya sehari-hari dan yang pasti perekonomian mereka juga akan terbantu,” kata Wagub.

Ia menilai program cetak sawah tidak tergantung tingkat atau golongan masyarakat tertentu saja. Semuanya bisa terlibat dalam hal tersebut.

Masyarakat jangan lagi teriming-imingi oleh pembukaan lahan lain selain padi sawah sebab padi sawah lebih cepat menghasilkan. Tidak seperti sawit dan karet yang banyak membutuhkan biaya dan memakan waktu.

“Padi sawah bisa panen dua kali dalam satu tahun dan harganya pun tetap tidak sering berubah. Kalau sawit dan karet ‘kan sering berubah, lagian waktu untuk panen pun 3-5 tahun baru bisa ada hasil,” ujarnya.

“Menanam padi juga tidak tergantung tingkat perekonomian. Sebenarnya hal itu merupakan sebuah kewajiban bagi setiap kalangan dalam upaya memenuhi kebutuhan beras,” katanya. ant

Jambi, AP – Wakil Gubernur (Wagub) Jambi Fachrori Umar mengimbau masyarakat di wilayah itu tidak terlalu mudah melakukan pengalihan fungsi lahan pertanian padi sawah yang ada saat ini.

“Kita berharap kepada masyarakat jangan begitu mudah alih fungsi lahan pertanian menjadi kebun sawit atau karet dan yang lainnya. Kalau bisa lahan pertanian itu diperluas lagi,” katanya, Kamis (09/02).

Menurut dia, langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mendukung program pemerintah pusat yang saat ini gencar melakukan program cetak sawah untuk menuju swasembada beras.

Hal itu tentu harus didukung semua kalangan hingga ke tingkat bawah, masyarakat Provinsi Jambi. Jambi memiliki sebelas kabupaten/kota juga termasuk di dalamnya.

Dia menyatakan, memperbanyak lahan pertanian sawah juga dapat membantu perekonomian masyarakat dan akan mengurangi ketergantungan kepada pemerintah akan kebutuhan beras.

“Kalau swasembada beras sudah terjadi, tentu masyarakat akan semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhannya sehari-hari dan yang pasti perekonomian mereka juga akan terbantu,” kata Wagub.

Ia menilai program cetak sawah tidak tergantung tingkat atau golongan masyarakat tertentu saja. Semuanya bisa terlibat dalam hal tersebut.

Masyarakat jangan lagi teriming-imingi oleh pembukaan lahan lain selain padi sawah sebab padi sawah lebih cepat menghasilkan. Tidak seperti sawit dan karet yang banyak membutuhkan biaya dan memakan waktu.

“Padi sawah bisa panen dua kali dalam satu tahun dan harganya pun tetap tidak sering berubah. Kalau sawit dan karet ‘kan sering berubah, lagian waktu untuk panen pun 3-5 tahun baru bisa ada hasil,” ujarnya.

“Menanam padi juga tidak tergantung tingkat perekonomian. Sebenarnya hal itu merupakan sebuah kewajiban bagi setiap kalangan dalam upaya memenuhi kebutuhan beras,” katanya. ant

ShareTweetSend
Previous Post

Pelaku Curanmor Nyaris Tewas Diamuk Massa

Next Post

Harga Tandan Buah Sawit

Related Posts

Rembuk Warga RT 20 Kenali Besar Bentuk Pokja Kampung Bahagia, Prioritaskan CCTV dan Drainase

Rembuk Warga RT 20 Kenali Besar Bentuk Pokja Kampung Bahagia, Prioritaskan CCTV dan Drainase

18 Februari 2026
500 PAUD Hadiri Edukasi Tanam Jagung di Poktan Kasturi

500 PAUD Hadiri Edukasi Tanam Jagung di Poktan Kasturi

13 Februari 2026
TMMD ke-127 di Bajubang Resmi Dimulai, Bupati Batang Hari Pimpin Upacara

TMMD ke-127 di Bajubang Resmi Dimulai, Bupati Batang Hari Pimpin Upacara

10 Februari 2026
Gubernur Jambi Umrohkan Orang Tua Peraih Emas PON Aceh–Sumut

Gubernur Jambi Umrohkan Orang Tua Peraih Emas PON Aceh–Sumut

4 Februari 2026
Al Haris Ganti Pejabat Pemprov Jambi, Fery Kusnadi ke Arief Munandar

Al Haris Ganti Pejabat Pemprov Jambi, Fery Kusnadi ke Arief Munandar

4 Februari 2026
Akhirnya Gunungan Sampah di RSUD Raden Mattaher Diangkut, Atas Perintah Plt Direktur

Akhirnya Gunungan Sampah di RSUD Raden Mattaher Diangkut, Atas Perintah Plt Direktur

3 Februari 2026
  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In