• REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Juni 6, 2026
Aksipost.com
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Aksipost.com
No Result
View All Result
Gedung Museum Adat Jadi Tenpat Hisap Lem dan Komix

Gedung Museum Adat Jadi Tenpat Hisap Lem dan Komix

31 Juli 2018
in MILENIAL

Sungaipenuh, AP – Gedung Museum Adat kota Sungaipenuh, di kecamatan hamparan rawang, yang dibangun milyaran, saat ini hanya sebagai tempat anak-anak menghisap Lem dan Komix.

Kondisi ini membuat resah warga sekitar. Informasi yang berhasil dihimpun, sejak diserah terimakan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota Sungaipenuh, 3 bulan lalu, kondisinya terbangkalai dan tidak dihuni.

Berita Lainnya

Bupati Angkat Martabat Ribuan Honorer, Kota Hidup, Stadion Tak Pernah Gelap

Ucok Viva Pulang ke Mudung Darat Bukan Liputan

Raif Anaqie Wakili Sumbar di Ajang Kompetisi Asian 

“Pintu masuk museum tidak dikunci makanya banyak anak-anak muda yang bebas masuk. Kalau malam-malam mereka jadikan tempat mabuk Lem dan komix. Makanya banyak botol lem dan bungkus komik didalam dan di teras museum,” kata Nopi Sutiarno salah seorang warga setempat.

Sementara itu, Camat Hamparan Rawang, Sev Eka Putra dikonfirmasi mengaku baru mendapat informasi tersebut. Dia pun berharap museum tersebut bisa segera difungsikan oleh dinas terkait.

“Ya, saya baru dapat kabar kalau pintu museum terbuka. Makanya orang bebas masuk, dan karena tidak ada dihuni maka difungsikan sebagai tempat maksiat. Kita harap Dinas terkait untuk segera menutup pintu museum atau memfungsikan museum adat tersebut,” harapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Zulwahdi saat dikonfirmasi wartawan, mengaku hal itu tidak mesti dilaporkan ke pihaknya.  Menurutnya terkait disalah gunakannya museum sebagai tempat maksiat dirinya menyebutkan itu urusan camat.

“Itu bukan urusan kami. Kalau museum itu digunakan sebagai tempat maksiat itu tanggungjawab Camat setempat”, singkatnya. (hen)

ShareTweetSend
Previous Post

Dewan Bakal Panggil Semua Pihak Terkait Pilkades Dua Desa

Next Post

Kecamatan Pemayung Terancam Gagal Dimekarkan.

Related Posts

Bupati Angkat Martabat Ribuan Honorer, Kota Hidup, Stadion Tak Pernah Gelap

Bupati Angkat Martabat Ribuan Honorer, Kota Hidup, Stadion Tak Pernah Gelap

4 Juni 2026
Ucok Viva Pulang ke Mudung Darat Bukan Liputan

Ucok Viva Pulang ke Mudung Darat Bukan Liputan

2 Juni 2026
Raif Anaqie Wakili Sumbar di Ajang Kompetisi Asian 

Raif Anaqie Wakili Sumbar di Ajang Kompetisi Asian 

14 Mei 2026
Dapur Allung Kini Buka Setiap Hari

Dapur Allung Kini Buka Setiap Hari

10 Mei 2026
UM Jambi Peluk Luka Shalma dan Shalwa, Rumah Hangus Terbakar, Hendra Kurniawan Pastikan Masa Depan Mahasiswi Kembar Itu Tetap Menyala

UM Jambi Peluk Luka Shalma dan Shalwa, Rumah Hangus Terbakar, Hendra Kurniawan Pastikan Masa Depan Mahasiswi Kembar Itu Tetap Menyala

9 Mei 2026
Kemenag Jambi Menunggu Aturan Kurban Ditengah Pandemi

Disbunak Tanjab Timur Luncurkan ‘Sapi Online’ Lewat WhatsApp

8 Mei 2026
  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In