Jambi – Rektor Universitas Muhamadiyah (UM) Jambi Hendra Kurniawan menyaksikan langsung langit Teluk Nilau, Kecamatan Pengabuan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, masih menyisakan bau hangus.
Di antara puing rumah yang rata dengan tanah, ada dua mimpi yang nyaris ikut padam. Dia adalah saudara kembar, Shalma Maulani dan Shalwa Maulani, mahasiswi Prodi Keperawatan Anestesiologi UM Jambi.
Rumah mereka habis dilalap api. Baju, buku, seragam putih kebanggaan calon perawat, semua jadi abu. Tapi hari ini, Sabtu, 9 Mei 2026, harapan datang.

Rektor Hendra Kurniawan datang langsung ke lokasi bersama Dekan Fakultas Saintekes Oka Ediansa, Kaprodi Keperawatan Anestesiologi Teddy Asharyadi, dan Kabiro Akademik M. Jumain. Mereka tidak datang dengan tangan kosong.
Ada pakaian layak pakai, ada dana sumbangan dari keluarga besar kampus. Paling berarti kehadiran mereka untuk memastikan bahwa Shalma dan Shalwa tetap kuliah.
“Untuk kedua orang tua mahasiswi UM Jambi dan juga seluruh masyarakat Teluk Nilau yang terkena dan terdampak musibah kebakaran, kami mewakili seluruh civitas academica UM Jambi menyampaikan duka cita yang mendalam. Kami mendoakan agar kedua orang tua mahasiswi tetap tabah, sabar dan tawakkal menghadapi cobaan tersebut,” ucap Rektor Hendra Kurniawan.

Tak berhenti di bantuan materi. Melihat kondisi ekonomi keluarga yang pasti terpukul, Rektor Hendra langsung memberikan keringanan uang SPP untuk Shalma dan Shalwa agar saudara kembar itu tidak berhenti kuliah di tengah jalan.
Bagi Hendra, jangan sampai api ini membakar masa depannya. Rumah boleh hilang, tapi cita-cita jangan. Apalagi Shalma dan Shalwa adalah calon penolong nyawa orang.
“Tetap semangat untuk belajar dan melanjutkan studi di Prodi Keperawatan Anestesiologi UM Jambi,” kata Hendra Kurniawan.
(Dan)







