• REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Januari 21, 2026
Aksipost.com
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Aksipost.com
No Result
View All Result
Harga Kacang Panjang di Mestong Murah

kacang panjang. Foto: Ilustrasi/net

Harga Kacang Panjang di Mestong Murah

17 September 2020
in EKONOMI, HEADLINE

Muaro Jambi, AP – Para petani kacang panjang di Kecamatan Mestong Kabupaten Muarojambi mengeluhkan harga jual yang ajlok di titik terendah.

“Saat ini kacang panjang jenis kacang polong hijau ini harganya Rp3.000 per kilogram, harganya sangat rendah,” kata petani kacang panjang Ambok Ufek (50), Kamis (17/9).

Berita Lainnya

Duet Fadhil Arief – Anwar Sadat Tak Terbendung di Pilgub Jambi?

Malam Ini di Rumah Dinas, Gubernur Jambi Lantik 40 Orang Pejabat PUPR, Simak Namanya…

Garap Potensi Ekonomi Biru, JMSI Perkuat Peran Media Daerah

Ia merupakan salah satu petani kacang panjang yang berada di Desa Nagasari yang selama ini mengandalkan tanaman kacang panjang untuk mata pencaharianya. Ia menyebutkan harga jual kacang panjang tergantung momen, seperti pada Idul Fitri atau tahun baru harganya normal berkisar Rp15.000 hingga Rp18.000 per kilogram

“Harga saat kacang panjang lagi anjlok ke harga Rp3.000 per kilogram,” ulangnya.

Keluhan sama disampaikan oleh petani lainnya yang mengaku harga saat ini kurang memberikan gairah alias murah. Padahal mereka harus melakukan pemeliharaan dengan biaya yang tidak sedikit.

“Ya harga jualnya saat ini masih kurang baik,” kata petani  itu.

Harapannya  harga kacang panjang ini bisa stabil di kisaran 10.000  per kilogramnya. Harga tersebut bisa cukup untuk biaya operasional dan ada lebihnya yang sepadan. Ia menyebutkan Luas tanah yang digunakan kurang lebih 10 tumbuk untuk hasil yang bisa dipanen yaitu kisaran mulai 40 sampai 50 hari.

“Untuk sekali panen bisa mencapai 200kg,” kata pria yang akrab disapa Daeng Ambok itu.

Menurut dia, kendala atau hambatan yang biasa dihadapi  mereka harus mencegah hama ulek yang menyerang bagian daunnya. Namun ia mempunyai kiat penyemprotan hama agar tidak semakin banyak menyerang tanaman. (Red)

ShareTweetSend
Previous Post

Dua Mahasiswi Aceh Selundupkan Sabu Dalam Sandal ke Jambi

Next Post

Kematian Akibat Covid Terus Bertambah, Kali Ini di Kampung Halaman Fachrori Umar

Related Posts

Duet Fadhil Arief – Anwar Sadat Tak Terbendung di Pilgub Jambi?

Duet Fadhil Arief – Anwar Sadat Tak Terbendung di Pilgub Jambi?

21 Januari 2026
Lewat Anjungan Mengenali Posisi Jambi Dimata Internasional, Emang Bisa?

Malam Ini di Rumah Dinas, Gubernur Jambi Lantik 40 Orang Pejabat PUPR, Simak Namanya…

20 Januari 2026
Garap Potensi Ekonomi Biru, JMSI Perkuat Peran Media Daerah

Garap Potensi Ekonomi Biru, JMSI Perkuat Peran Media Daerah

19 Januari 2026
Perlindungan Terhadap Guru, Pak Prabowo Perlu Bentuk Dewan Khusus Guru

Perlindungan Terhadap Guru, Pak Prabowo Perlu Bentuk Dewan Khusus Guru

18 Januari 2026
Pasar Ekspor Jambi Terancam Dikuasai Provinsi-provinsi Tetangga Jika Mengandalkan Pelabuhan Talang Duku

Pasar Ekspor Jambi Terancam Dikuasai Provinsi-provinsi Tetangga Jika Mengandalkan Pelabuhan Talang Duku

18 Januari 2026
Hidup Terasa Mulia Dimulai dari Hormati Guru

Hidup Terasa Mulia Dimulai dari Hormati Guru

16 Januari 2026
  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In