• REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Maret 6, 2026
Aksipost.com
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Aksipost.com
No Result
View All Result
Imbas Perang Timur Tengah, Harga Minyak Dunia Melonjak, Ekonom Dorong Pemerintah Manfaatkan Energi Basis Sawit

Imbas Perang Timur Tengah, Harga Minyak Dunia Melonjak, Ekonom Dorong Pemerintah Manfaatkan Energi Basis Sawit

6 Maret 2026
in HEADLINE, REFLEKTIF USMAN ERMULAN

Berita Lainnya

Golkar Gelar Buka Puasa Bersama, Usman Ermulan Hadir

AKBP Vicky Tri Haryanto Mantan Kapolsek di Jambi Ungkap Sabu 23 Kilogram

Ketika Puasa Ramadan 2026: Usman Ermulan Sedekah Air Putih di Kawasan Rawan Macet Jelang Berbuka, Ajak Alumni Unja dan Warga Jambi Bersama Lakukan

EKONOM Usman Ermulan mendorong Presiden Prabowo Subianto agar segera menjadikan Indonesia sebagai negara penghasil energi berbasis sawit dengan tujuan memperkuat cadangan energi nasional.

Langkah ini dianggap sangat penting sebagai antisipasi terhadap kemungkinan memanasnya situasi di Timur Tengah jika terus berkepanjangan.

Ancaman semakin nyata pascapenutupan Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi BBM dunia, akibat perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.

Pengamatan Usman, situasi ini akan mengganggu pasokan BBM impor dan menyebabkan kenaikan harga yang signifikan di Indonesia. Tentunya memberikan beban berat bagi masyarakat dan berbagai sektor ekonomi Indonesia, mulai dari transportasi, industri manufaktur, hingga sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Situasi kian diperparah, harga minyak telah naik menjadi 78-80 dolar AS per barel, melebihi asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, yakni 70 dolar AS per barel.

Seperti diketahui, Indonesia mengimpor minyak sekitar 1 juta barel per hari, sehingga kenaikan harga minyak dunia langsung membebani APBN dengan potensi pembengkakan subsidi energi.

“Kita kaya sawit, di tengah kondisi tersebut mengapa kita harus paksa membeli energi BBM jika kita bisa memproduksi sendiri,” tegas Usman, Jumat, 6 Maret 2026.

Sebagai mantan anggota DPR RI tiga periode malang melintang di komisi keuangan, perbankan dan perencanaan pembangunan nasional, Usman ungkap pemanfaatan sawit dapat mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar.

“Pengembangan energi berbasis sawit tak hanya berdampak pada keamanan energi nasional, tapi dapat meningkatkan nilai tambah produk kelapa sawit lokal. Sehingga manfaat ekonomi yang diperoleh dari sektor sawit dapat dirasakan secara lebih luas oleh berbagai pihak,” jelas Usman.

Omongan Usman bukan berarti tanpa alasan. Di mana luas lahan kelapa sawit di Indonesia pada tahun 2024-2025 tercatat mencapai sekitar 16,01 hingga 17,3 juta hektare dengan total produksi minyak sawit setiap tahunnya sebanyak 50 juta ton. Menjadikannya produsen kelapa sawit terbesar di dunia. Sebagian besar perkebunan tersebar di Pulau Sumatera dan Kalimantan sebagai penyumbang utama.

“Artinya, kelapa sawit tulang punggung ekonomi bagi jutaan masyarakat di Indonesia,” kata Usman.

Usman menyebut bahwa pada level masyarakat paling bawah, perkebunan sawit menjadi sumber pendapatan bagi petani sawit maupun karyawan perusahaan perkebunan. Tak sampai itu, perkebunan sawit juga mampu menggerakkan sektor ekonomi yang lebih besar di level daerah. Pada level nasional, perkebunan sawit dan industri pengolahannya berkontribusi sebesar USD27,76 miliar atau setara dengan Rp440 triliun.

Usman juga mendorong pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia yang memiliki potensi kelapa sawit untuk bekerja sama dengan pihak swasta dan perguruan tinggi dalam mengembangkan teknologi pengolahan energi berbasis sawit. Kolaborasi antar pihak adalah kunci dalam mewujudkannya.

Mantan Bupati Tanjung Jabung Barat Jambi dua periode ini mencontohkan daerah yang sudah melakukannya di wilayah Sumatera, seperti Kabupaten Musi Banyuasin memproduksi hingga biosolar untuk mendukung energi baru terbarukan.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri jika ingin mencapai target energi baru terbarukan yang telah ditetapkan pemerintah pusat. Kenapa kita Jambi ngak bisa, Musi Banyuasin hanya kabupaten, sementara kita Jambi punya lebih dari 1 juta hektare. Apa salahnya kita mengirim utusan kesana untuk belajar. Jika sebuah kabupaten saja bisa. Masak kita provinsi tidak bisa?,” ujar Usman.

Asal tahu saja, produk energi berbasis sawit tidak hanya sebatas biodiesel (Fatty Acid Methyl Ester atau FAME) yang telah mulai dikenal masyarakat. Lebih dari itu, minyak sawit juga dapat diolah menjadi berbagai jenis green fuel berkualitas tinggi seperti solar sawit (green diesel), bensin sawit (green gasoline), dan avtur sawit (green avtur) yang memiliki standar kualitas setara bahkan lebih baik daripada bahan bakar fosil konvensional, sehingga dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan transportasi darat, laut, dan udara.

Selain itu, melalui teknologi yang terus berkembang, minyak sawit juga memiliki potensi untuk diolah menjadi biofuel generasi kedua berupa bioetanol yang dapat berperan sebagai substitusi bensin, bahkan dapat diubah menjadi sumber energi listrik yang dapat mendukung program transisi energi menuju sistem yang lebih bersih dan berkelanjutan.

“Kita harus mengambil langkah cepat dan tegas sekarang sebelum situasi pasar energi global menjadi lebih sulit. Energi berbasis sawit bukan hanya solusi jangka pendek untuk mengatasi krisis energi, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang untuk kemandirian energi nasional dan kemakmuran rakyat Indonesia,” tambah Usman, Ketua IKAL Lemhannas RI Jambi.

(Deni)

ShareTweetSend
Previous Post

6 Fakta Amrizal Jadi DPRD Jambi Maling Nomor Ijazah Orang Lain, Terancam Dibui 7 Tahun Tapi Tak Ditahan

Related Posts

Golkar Gelar Buka Puasa Bersama, Usman Ermulan Hadir

Golkar Gelar Buka Puasa Bersama, Usman Ermulan Hadir

5 Maret 2026
AKBP Vicky Tri Haryanto Mantan Kapolsek di Jambi Ungkap Sabu 23 Kilogram

AKBP Vicky Tri Haryanto Mantan Kapolsek di Jambi Ungkap Sabu 23 Kilogram

22 Februari 2026
Bea Cukai Dibekukan Soeharto, Mungkinkah Terulang di Era Prabowo, Anggota Pansus DPR RI Ungkap Kisah Perjuangan Soehardjo

Ketika Puasa Ramadan 2026: Usman Ermulan Sedekah Air Putih di Kawasan Rawan Macet Jelang Berbuka, Ajak Alumni Unja dan Warga Jambi Bersama Lakukan

19 Februari 2026
Tamatan Luar Negeri Lebih Hebat?

Kota Jambi: Bahagia Bersama Sampah?

11 Februari 2026
IKA FEB Hibahkan Mushola ke Universitas Jambi, Totalnya Capai Setengah Miliar

IKA FEB Hibahkan Mushola ke Universitas Jambi, Totalnya Capai Setengah Miliar

10 Februari 2026
Selama 5 Tahun Beroperasi, PT Super Home Productions Indonesia Tidak Kantongi Izin Penggunaan Jalan

Selama 5 Tahun Beroperasi, PT Super Home Productions Indonesia Tidak Kantongi Izin Penggunaan Jalan

7 Februari 2026
  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In