• REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Februari 7, 2026
Aksipost.com
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Aksipost.com
No Result
View All Result
Program ‎AUTP tidak Berjalan Maksimal

Program ‎AUTP tidak Berjalan Maksimal

5 Desember 2016
in HEADLINE

Kualatungkal, AP – Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) yang menjadi program pemerintah pusat untuk memberikan kemudahan bagi para petani padi, ternyata belum berjalan maksimal di Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar). Pasalnya, dari 2.000 hektar yang ditargetkan Pemkab hanya 800 hekrat lebih yang terealisasi.

AUTP merukan jaminan atau asuransi para petani padi jika tanaman padi mengalami Puso atau gagal panen akibat bencana alam dan serangan hama. Dengan mengikuti persaratan asuransi dan mendapat subsidi dari pemerintah pusat ‎dalam satu hektar sawah penati mendapat 6 juta rupiah.

Berita Lainnya

Selama 5 Tahun Beroperasi, PT Super Home Productions Indonesia Tidak Kantongi Izin Penggunaan Jalan

Rendra Usman dan Katamso Gelar Pertemuan

Amrizal DPRD Jadi Tersangka Kasus Catut Nomor Ijazah, Golkar: Yang Tahu Itu KPU

Seperti halnya, banjir menyebabkan lahan sawah warga dibidang pertanian terancam gagal panen (Puso) yang terjadi di dua desa diwilayah ulu seperti di Desa Tanjung Bojo dan Desa Gemuruh. Namun sayangnya, petani di dua wilayah tersebut tidak masuk dalam program asuransi sehingga tidak mendapatkan bantuan berupa uang tunal.

Kepala Dinas Pertanian Tanjabbar H. Zainudin membenarkan hal tersebut. Bahkan ia juga menyanyangkan hal itu. Padahal, kata dia, pihaknya sudah melakukan sosialisasi dengan pihak terkait untuk mengikuti asuransi tersebut.

Ia juga mengaku Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanjabbar menargetkan 2.000 hektar. Namun yang terealisasi atau yang mau ikut hanya 8.17,5 hektar atau 800 lebih. Pihaknya juga mengaku sudah melakukan sosialisasi ke petani berdasarkan Rekomendasi Pusat dan gubernur.

“Kita bekerja sama dengan Jasindo, dan kita mendata luas lahan padi yang mengalami fuso walaupun tidak mengikuti asuransi,” kata Zainudin.

Dijelaskannya, asuransi bersubsidi jelas tidak memberatkan petani, dengan tarip, Rp 185 ribu perhektar, pertani hanya membayar Rp 36 ribu perhektar sisanya subsidi dari pusat. Setelah itu jika terjadi puso akibat bencana alam atau serangan hama, maka petani mendapatkan bantuan sebesar Rp 6 juta perhektar.

“Sejauh ini banyak petani kita yang mulai permintaan mengikuti program ini,” timpalnya.

Hanya saja, dalam aturan yang ditetapkan Jasindo ternyata berdasarkan surfe kondisi yang terjadi di Pulau jawa. Seperti hanya Serangan hama. Sementara untuk wilayah tanjab barat, hama Kepiting tanah dan burung tidak masuk dalam ketentuan Jasindo.

“Ini sudah kita jelaskan ke Jesindo, dan katanya akan dikaji ulang untuk wilayah sumatra,” tukasnya. (her)

ShareTweetSend
Previous Post

Pemkab Perketat Pengawasan Limbah Perusahaan

Next Post

Ribuan TKK Belum Masuk BPJS

Related Posts

Selama 5 Tahun Beroperasi, PT Super Home Productions Indonesia Tidak Kantongi Izin Penggunaan Jalan

Selama 5 Tahun Beroperasi, PT Super Home Productions Indonesia Tidak Kantongi Izin Penggunaan Jalan

7 Februari 2026
Rendra Usman dan Katamso Gelar Pertemuan

Rendra Usman dan Katamso Gelar Pertemuan

4 Februari 2026
VIRAL Kasus Ijazah Milik Orang Lain di Anggota DPRD Jambi: Warganet Tag Golkar, Nadiem Makarim, Kapolri hingga Jokowi

Amrizal DPRD Jadi Tersangka Kasus Catut Nomor Ijazah, Golkar: Yang Tahu Itu KPU

3 Februari 2026
Jorok Banget Lur! Sampah Kian Menggunung di Gedung RSUD Raden Mattaher

Jorok Banget Lur! Sampah Kian Menggunung di Gedung RSUD Raden Mattaher

30 Januari 2026
Mengenal Ketua-ketua IKAL-Lemhannas di Sumatra, 2 Orang Jenderal Bintang 3 TNI-Polri, Jambi Pernah Bupati dan Anggota DPR RI

Surat Usman Ermulan ke Presiden Prabowo Diterima Langsung Menteri Pertanian, Intinya Petani Korban Akibat Ulah Kades!

26 Januari 2026
Rapat HKTI Bahas Pelabuhan Muara Sabak: Usman Ermulan Bilang Petani Sengsara Ekspor Dinikmati Provinsi Tetangga, Sutan Adil: Jambi Hanya Jadi Penonton

Rapat HKTI Bahas Pelabuhan Muara Sabak: Usman Ermulan Bilang Petani Sengsara Ekspor Dinikmati Provinsi Tetangga, Sutan Adil: Jambi Hanya Jadi Penonton

26 Januari 2026
  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In