• REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Februari 7, 2026
Aksipost.com
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Aksipost.com
No Result
View All Result
“Si Rawit” Melejit Warga Makin Menjerit

“Si Rawit” Melejit Warga Makin Menjerit

10 Januari 2017
in HEADLINE

Kualatungkal, AP – Melejitnya harga cabai rawit disejumlah daerah dalam waktu belakangan dampaknya cukup meluas. Selain ibu rumah tangga harus mengirit uang belanja dapur, sejumlah warung rumah makan di Kota Kualatungkal harus mengurangi porsi konsumsi cabai rawit untuk pelanggan.

Satu diantara pedagang rumah makan, Mur mengeluh atas kenaikan harga cabai rawit dalam beberapa hari terakhir yang sudah menembus harga hingga Rp 90 ribu per kilogram.

Berita Lainnya

Selama 5 Tahun Beroperasi, PT Super Home Productions Indonesia Tidak Kantongi Izin Penggunaan Jalan

Rendra Usman dan Katamso Gelar Pertemuan

Amrizal DPRD Jadi Tersangka Kasus Catut Nomor Ijazah, Golkar: Yang Tahu Itu KPU

Wanita pemilik rumah makan di Jalan Sriwijaya, Kota Kualatungkal ini, kenaikan harga cabai sangat memberatkan dirinya sebagai pelaku usaha rumah makan.

“Iya harga cabe rawit cukup memberatkan bagi kami, kalau ada yang bisa dinaikkan ya dinakan sedikit, takutnya pelanggan komplain harga dinaikan,” ujarnya.

Tingginya harga cabai, ia terpaksa memaksimalkan jumlah pembelian cabai rawit saat berbelanja ke Pasar Tanggo Rajo, pasar tradisional terdekat dari rumahnya.

“Biasanya, kita hanya mengeluarkan uang Rp 60.000 per kilogram cabai rawit yang dibelinya. Kini pengeluaran itu meningkat menjadi Rp 90.000,” terangnya. Dengan harga tersebut Mur harus mensiasati dengan  mengurangi porsi.

Dirinya menambahkan dengan pengeluaran yang membengkak tersebut, ia pun harus memutar otak lebih keras agar rumah makan bisa tetap buka dan menghidupi keluarga.

Sebab jumlah pembeli di warungnya yang berlokasi tak jauh dari Rumah dinas Bupati Tanjabbar tersebut terus ramai.

“Selain mengurangi jumlah cabai yang dibeli, kita juga terpaksa mengurangi jumlah sambal yang dibuat,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan, Sabri pemilik warung makan kecil alias warteg di Kota Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjabbar lainnya juga mengeluhkan kenaikan harga cabai.

“Cabai rawit menjadi kebutuhan warteg saya. mau tidak mau ya harus beli walaupun harganya pedas,” bebernya. Sabri mengaku tidak mengurangi jumlah pembelian cabai rawit.

Dirinya berharap harga cabai bisa segera turun. Sebab dia tidak bisa mengurangi sambal yang dibuatnya. Jika harga cabai terus merangkak naik, maka penghasilan warung Sabri dipastikan akan ikut merosot.

“Untuk memenuhi permintaan pelanggan ya mau gimana lagi, mintanya cabe rawitnya harus turun,” pungkasnya. mg

 

ShareTweetSend
Previous Post

Gubernur Imbau Masyarakat Jauhi Narkoba

Next Post

Jamal Minta Satpol PP tidak Tebang Pilih

Related Posts

Selama 5 Tahun Beroperasi, PT Super Home Productions Indonesia Tidak Kantongi Izin Penggunaan Jalan

Selama 5 Tahun Beroperasi, PT Super Home Productions Indonesia Tidak Kantongi Izin Penggunaan Jalan

7 Februari 2026
Rendra Usman dan Katamso Gelar Pertemuan

Rendra Usman dan Katamso Gelar Pertemuan

4 Februari 2026
VIRAL Kasus Ijazah Milik Orang Lain di Anggota DPRD Jambi: Warganet Tag Golkar, Nadiem Makarim, Kapolri hingga Jokowi

Amrizal DPRD Jadi Tersangka Kasus Catut Nomor Ijazah, Golkar: Yang Tahu Itu KPU

3 Februari 2026
Jorok Banget Lur! Sampah Kian Menggunung di Gedung RSUD Raden Mattaher

Jorok Banget Lur! Sampah Kian Menggunung di Gedung RSUD Raden Mattaher

30 Januari 2026
Mengenal Ketua-ketua IKAL-Lemhannas di Sumatra, 2 Orang Jenderal Bintang 3 TNI-Polri, Jambi Pernah Bupati dan Anggota DPR RI

Surat Usman Ermulan ke Presiden Prabowo Diterima Langsung Menteri Pertanian, Intinya Petani Korban Akibat Ulah Kades!

26 Januari 2026
Rapat HKTI Bahas Pelabuhan Muara Sabak: Usman Ermulan Bilang Petani Sengsara Ekspor Dinikmati Provinsi Tetangga, Sutan Adil: Jambi Hanya Jadi Penonton

Rapat HKTI Bahas Pelabuhan Muara Sabak: Usman Ermulan Bilang Petani Sengsara Ekspor Dinikmati Provinsi Tetangga, Sutan Adil: Jambi Hanya Jadi Penonton

26 Januari 2026
  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In