• REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Februari 14, 2026
Aksipost.com
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Aksipost.com
No Result
View All Result
Harga Garam Berdampak Produksi Ikan Asin Menurun

Harga Garam Berdampak Produksi Ikan Asin Menurun

7 Agustus 2017
in HEADLINE

Kualatungkal, AP – Melonjaknya harga garam saat ini berimbas pada pelaku usaha industri ikan asin di Kualatungkal, Kabupaten Tanjab Barat, Provinsi Jambi. Mereka mengaku dilematis antara menjaga kualitas dan menutupi kerugian.

Salah seorang pelaku usaha industri ikan asin di Kualatungkal, Lastri menyebutkan, sejak harga garam meroket tinggi, dirinya mengurangi jumlah produksi ikan asin.

Berita Lainnya

Kota Jambi: Bahagia Bersama Sampah?

IKA FEB Hibahkan Mushola ke Universitas Jambi, Totalnya Capai Setengah Miliar

Selama 5 Tahun Beroperasi, PT Super Home Productions Indonesia Tidak Kantongi Izin Penggunaan Jalan

“Kalau begini terus bisa-bisa gulung tikar. Bayangkan, saat ini biaya pruduksi pembuatan ikan asin lebih tinggi dan tidak sebanding dengan harga jual di pasaran lagi,”ujar Lastri saat dibincangi wartawan, Minggu (6/8).

Lastri mengaku tidak menaikkan harga ikan asin, meski harga garam meelonjak. Mengingat, pasaran ikan asin saat ini tidak terlalu lancar.

“Jika dipaksakan untuk menaikan harga, takutnya bakal tidak laku,” keluhnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Erni. Dia mengaku semejak harga garam naik, ia terpaksa membatasi pembelian garam yang berakibat pada menurunnya jumlah produksi.

“Biasanya kami membeli 6 sampai 10 sak garam untuk memproduksi ikan asin, namun karena mahalnya garam akhirnya kami hanya membeli 2 sampai 3 sak garam saja per hari,” jelasnya.

Lastri dan Erni berharap Pemerintah Kabupaten segera turun tangan untuk mengatasi kenaikan harga garam ini. Bila tidak, maka kemungkinan besar para pelaku usaha dan pedagang ikan asin terancam bangkrut dan memilih untuk tutup.

Sebagaimana diketahui, meski kenaikan harga garam dikeluhkan pengusaha ikan asin, tetapi kondisi itu juga menguntungkan bagi petani garam. Saat ini, mereka merasa terpacu memproduksi garam karena harganya cukup tinggi. her

ShareTweetSend
Previous Post

Tiga Pasangan Mesum Terjaring Razia

Next Post

SKPD Diminta Dampingi Kafila Selama Bertanding

Related Posts

Tamatan Luar Negeri Lebih Hebat?

Kota Jambi: Bahagia Bersama Sampah?

11 Februari 2026
IKA FEB Hibahkan Mushola ke Universitas Jambi, Totalnya Capai Setengah Miliar

IKA FEB Hibahkan Mushola ke Universitas Jambi, Totalnya Capai Setengah Miliar

10 Februari 2026
Selama 5 Tahun Beroperasi, PT Super Home Productions Indonesia Tidak Kantongi Izin Penggunaan Jalan

Selama 5 Tahun Beroperasi, PT Super Home Productions Indonesia Tidak Kantongi Izin Penggunaan Jalan

7 Februari 2026
Rendra Usman dan Katamso Gelar Pertemuan

Rendra Usman dan Katamso Gelar Pertemuan

4 Februari 2026
VIRAL Kasus Ijazah Milik Orang Lain di Anggota DPRD Jambi: Warganet Tag Golkar, Nadiem Makarim, Kapolri hingga Jokowi

Amrizal DPRD Jadi Tersangka Kasus Catut Nomor Ijazah, Golkar: Yang Tahu Itu KPU

3 Februari 2026
Jorok Banget Lur! Sampah Kian Menggunung di Gedung RSUD Raden Mattaher

Jorok Banget Lur! Sampah Kian Menggunung di Gedung RSUD Raden Mattaher

30 Januari 2026
  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In