• REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Februari 12, 2026
Aksipost.com
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Aksipost.com
No Result
View All Result
Lubuk Larangan Dinilai Kurang Produktif

Lubuk Larangan Dinilai Kurang Produktif

6 November 2017
in HEADLINE

Sarolangun, AP – Lubuk larangan yang ada di Desa Tanjung Gagak Kecamatan Bathin VIII saat ini dinilai kurang produktif. Karena melihat hasil panen tahun lalu sangat jauh dari harapan

Sehingga kedepannya masyarakat berharap bantuan kerambah dan kolam ikan dari Pemkab Sarolangun, untuk menunjang pendapatan masyarakat, sehingga bisa meningkatkan ekonomi keluarga.

Berita Lainnya

Kota Jambi: Bahagia Bersama Sampah?

IKA FEB Hibahkan Mushola ke Universitas Jambi, Totalnya Capai Setengah Miliar

Selama 5 Tahun Beroperasi, PT Super Home Productions Indonesia Tidak Kantongi Izin Penggunaan Jalan

Hal itu dinilai masyarakat sangat potensial dan peluang mendulang keuntungan terbuka lebar, sebab kondisi air Sungai Tembesi saat ini masih mendukung untuk membudidaya ikan kerambah dan kolam ikan.

Bahkan beberapa tahun lalu sudah terbukti hasil dari budidaya ikan kerambah sangat menjanjikan, sebelum ada lubuk larangan.

Sebut saja Hasan SI, Ketua Karang Taruna Desa Tanjung Gagak mengatakan, saat panen terkhir lubuk larangan, diperkirakan hanya mendapat lima puluhan kilogram.

“Setelah dibagikan setiap warga yang hadir tidak sampai setengah kilogram perorang,”ujar Hasan SI baru- baru ini Menyikapi hal tersebut, Asnawi, SP, MH, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakkan) Kabupaten Sarolangun mengakuinya, sebab sasaran awal dari lubuk larangan itu bukan lah semata-mata untuk meningkatkan hasil produksi, namun untuk melestarikan Sumber Daya Alam setempat.

“Lubuk larangan itu pokusnya pada kelestarian SDA, kalau untuk meningkatkan hasil produksi bisa saja kerambah atau kolam,”ujar Asnawi.

Terkait permohonan masyarakat untuk bantuan kerambah dan kolam ikan, Asnawi belum bisa memastikannya, sebab akan dikaji dulu karena menyangkut kekuatan anggaran.

“Semua perlu kajian, jika memungkinkan Insyaallah akan kita bantu,” tandasnya.luk

 

 

ShareTweetSend
Previous Post

Angkatan Kerja Jambi Bertambah 32 Ribu Orang

Next Post

DKP Terus Upayakan Ganti Alat Tangkap Nelayan

Related Posts

Tamatan Luar Negeri Lebih Hebat?

Kota Jambi: Bahagia Bersama Sampah?

11 Februari 2026
IKA FEB Hibahkan Mushola ke Universitas Jambi, Totalnya Capai Setengah Miliar

IKA FEB Hibahkan Mushola ke Universitas Jambi, Totalnya Capai Setengah Miliar

10 Februari 2026
Selama 5 Tahun Beroperasi, PT Super Home Productions Indonesia Tidak Kantongi Izin Penggunaan Jalan

Selama 5 Tahun Beroperasi, PT Super Home Productions Indonesia Tidak Kantongi Izin Penggunaan Jalan

7 Februari 2026
Rendra Usman dan Katamso Gelar Pertemuan

Rendra Usman dan Katamso Gelar Pertemuan

4 Februari 2026
VIRAL Kasus Ijazah Milik Orang Lain di Anggota DPRD Jambi: Warganet Tag Golkar, Nadiem Makarim, Kapolri hingga Jokowi

Amrizal DPRD Jadi Tersangka Kasus Catut Nomor Ijazah, Golkar: Yang Tahu Itu KPU

3 Februari 2026
Jorok Banget Lur! Sampah Kian Menggunung di Gedung RSUD Raden Mattaher

Jorok Banget Lur! Sampah Kian Menggunung di Gedung RSUD Raden Mattaher

30 Januari 2026
  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In