• REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
Selasa, Mei 26, 2026
Aksipost.com
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Aksipost.com
No Result
View All Result
Masyarakat Tunggu SK Hak Kelola Hutan Gambut

Masyarakat Tunggu SK Hak Kelola Hutan Gambut

21 Oktober 2018
in HEADLINE

Muarasabak, AP – Masyarakat Desa Pematang Rahim, Kecamatan Mendahara Ulu, Kabupaten Tanjungjabung Timur (Tanjabtim), belum menerima dan masih menunggu SK Hak Kelola Hutan Lindung Gambut Sungai Buluh yang sudah diajukan sejak Januari 2017 lalu.

“Masyarakat sudah menyusun rencana pengelolaan Hutan Lindung Gambut Sungai Buluh dan telah menyediakan perangkat untuk mendukung pemanfaatan kawasan hutan tersebut namun sampai saat ini SK hak kelola belum turun dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK),” kata Ketua Lembaga Pengelola Hutan Desa Pematang Rahim, Suryani, Sabtu (20/10) lalu.

Berita Lainnya

Tasyakuran Aqiqah Cucu Kembar Usman Ermulan Dihadiri Para Tokoh, Hazrin Nurdin hingga Ketua DPRD

4 Pendekar Silat UM Jambi Tempur di The 1st Muhammadiyah Games 2026, Rektor Janjikan Bonus

Viral Al Haris Minta Rp400 Juta, Elas Anra Dermawan Sebut Sudah Damai Secara Kekeluargaan dan Tidak Ada Kaitan

Kemudian masyarakat setempat juga sudah membentuk Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHN) yang bertanggung jawab mengelola kawasan dan Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk patroli yang akan mengendalikan kebakaran pada kawasan yang berada di lahan gambut itu.

Masyarakat bersemangat untuk menyusun konsep ekowisata dalam kawasan hutan desa, dengan berbagai ide untuk mengembangkan wisata gambut di daerah yang bisa dijangkau dengan waktu dua jam perjalanan dari Kota Jambi.

Namun ide untuk segera menerapkan pengelolaan hutan desa itu tidak kunjung terlaksana karena hak pengelolaan hutan desa yang sudah diusulkan masyarakat pada Januari 2017 lalu itu tidak kunjung turun dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, kata Suryani.

Pada awalnya pengajuan KLHK cukup responsif dengan usulan masyarakat, ditandai dengan adanya tim verifikasi dari kementerian yang turun pada Juni 2017.

Tim verifikasi telah menyatakan bahwa seluruh permohonan dapat diterima karena seluruh areal yang dimohon berada dalam Peta Indikatif Arahan Perhutanan Sosial (PIAPS) dan Lembaga Pengelola Hutan Desa dan masyarakat juga telah memenuhi persyaratan lainnya.

“Namun hingga kini SK belum terbit, kami bingung perencanaan yang disusun tidak bisa dilaksanakan karena kami belum diberikan hak untuk mengelola kawasan itu,” jelas Suryani.

Hutan Lindung Gambut Sungai Buluh yang berada di desanya itu, diajukan untuk dikelola dengan skema Hutan Desa seluas lebih kurang 1.185 hektare.

Padahal kata Suryani, dua desa tetangganya yaitu Sinar Wajo dan Sungai Beras sudah sejak 2014 lalu telah mendapatkan hak kelola hutan desa di hamparan yang sama dengan usulan Desa Pematang Rahim.

Sementara itu, Wakil Direktur Komunitas Konservasi Indonesia Warsi, Adi Junedi menyayangkan lambatnya respons kementerian menyikapi usulan masyarakat Pematang rahim. Pihaknya sudah mencoba melakukan penelusuran ke KLHK terkait lambatnya perizinan Pematang Rahim.

Ada tumpang tindih antara Peta Indikatif Penundaan Izin Baru (PIPIB) dengan Peta Indikatif Arahan Perhutanan Sosial (PIAPS). Dalam PIPIB revisi XII yang telah diterbitkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada tanggal 31 Juli 2017, sebagai tindak lanjut Inpres No 6 tahun 2017 tentang PIPIB kawasan gambut masuk dalam peta ini.

Di sisi lain, usulan Hutan Desa Pematang Rahim juga masuk dalam Peta Indikatif Arahan Perhutanan Sosial (PIAPS), baik versi lama maupun versi terbaru PIAPS Revisi I Nomor SK.4865/MENLHK-PKTL/REN/PLA.0/9/2017 yang diterbitkan pada tanggal 25 September 2017 yang menjadi acuan masyarakat untuk pengusulan kawasan.

“Jika masalah ini tidak segera ditangani maka akan menghambat pelaksanaan perhutanan sosial. Padahal perhutanan sosial merupakan program pemerintah pusat untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan hutan,” kata Adi Junedi.

Berdasarkan analisis yang dilakukan Warsi di Provinsi Jambi saja, terdapat 25 persen PIAPS akan teranulir oleh PIPIB.

Kawasan hutan dan gambut yang masuk ke dalam PIPIB seluas 1.060.224.06 hektare, sedangkan kawasan yang ditetapkan untuk perhutanan sosial dalam PIAPS seluas 229.321,64 hektare dan yang tumpang tindih PIPIB dengan PIAPS seluas 55.564,49 hektare.

Adi Junedi menambahkan, kawasan hutan gambut Desa Pematang Rahim menyimpan cadangan karbon yang sangat besar mencapai 76 ton per hektare pada tegakan pohon dan areal gambutnya 1.824 ton per hektare. (fni)

ShareTweetSend
Previous Post

Fachrori Apresiasi Kebersamaan Masyarakat Dalam Pembangunan Tanjabtim

Next Post

Pemkab Ajukan Anggaran Parbaikan Jalan Masuk ke Terminal Barang

Related Posts

Tasyakuran Aqiqah Cucu Kembar Usman Ermulan Dihadiri Para Tokoh, Hazrin Nurdin hingga Ketua DPRD

Tasyakuran Aqiqah Cucu Kembar Usman Ermulan Dihadiri Para Tokoh, Hazrin Nurdin hingga Ketua DPRD

17 Mei 2026
4 Pendekar Silat UM Jambi Tempur di The 1st Muhammadiyah Games 2026, Rektor Janjikan Bonus

4 Pendekar Silat UM Jambi Tempur di The 1st Muhammadiyah Games 2026, Rektor Janjikan Bonus

12 Mei 2026
Gubernur Al Haris: Kita Ingin Sepakbola Jambi di Tingkat Nasional

Viral Al Haris Minta Rp400 Juta, Elas Anra Dermawan Sebut Sudah Damai Secara Kekeluargaan dan Tidak Ada Kaitan

10 Mei 2026
Sesama Tersangka Sejak Desember, Varial Dibui Polda Jambi, Amrizal Ditangani Polda Sumbar Masih Duduk Empuk, Tokoh Kerinci: Jangan Pilih Kasih

Sesama Tersangka Sejak Desember, Varial Dibui Polda Jambi, Amrizal Ditangani Polda Sumbar Masih Duduk Empuk, Tokoh Kerinci: Jangan Pilih Kasih

9 Mei 2026
Kasus Injak-injak Dunia Pendidikan Jadi Tersangka, Varial Adhi Dibui, Amrizal Masih Ngantor di DPRD

Kasus Injak-injak Dunia Pendidikan Jadi Tersangka, Varial Adhi Dibui, Amrizal Masih Ngantor di DPRD

5 Mei 2026
Jejak Fadhil Arief Bangkitkan Batang Hari, Dari Lesu ke Bernyawa

Jejak Fadhil Arief Bangkitkan Batang Hari, Dari Lesu ke Bernyawa

1 Mei 2026
  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In