• REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Mei 16, 2026
Aksipost.com
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN
No Result
View All Result
Aksipost.com
No Result
View All Result
Buwas Bantah Penyerapan Beras Hanya 800 Ribu Ton

Buwas Ngeluh Bulog Tak Punya Gudang Khusus

25 Juni 2020
in EKONOMI, HEADLINE

Jakarta, AP – Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan BUMN Pangan yang ditugaskan untuk menyerap gabah produksi petani tersebut, nyatanya tidak memiliki gudang khusus penyimpanan beras.

“Kalau saya mau jujur, kita ini tidak punya gudang yang khusus beras, dari Sabang sampai Merauke belum ada. Jadi gudang yang ada di Bulog itu hanya sekadar gudang,” kata Budi Waseso dalam RDP bersama Komisi IV yang digelar di Kompleks Parlemen DPR/MPR Jakarta, Kamis 25 Juni 2020.

Berita Lainnya

4 Pendekar Silat UM Jambi Tempur di The 1st Muhammadiyah Games 2026, Rektor Janjikan Bonus

Viral Al Haris Minta Rp400 Juta, Elas Anra Dermawan Sebut Sudah Damai Secara Kekeluargaan dan Tidak Ada Kaitan

Sesama Tersangka Sejak Desember, Varial Dibui Polda Jambi, Amrizal Ditangani Polda Sumbar Masih Duduk Empuk, Tokoh Kerinci: Jangan Pilih Kasih

Budi Waseso yang akrab disapa Buwas mengatakan bahwa kondisi tersebut menjadi ancaman bagi Bulog apabila beras yang sudah terserap dari petani tidak langsung disalurkan, atau disimpan terlalu lama lebih dari enam bulan karena beras akan mengalami penurunan mutu.

Buwas menjelaskan bahwa sebenarnya Bulog dapat menyimpan beras dalam gudang hingga 1 tahun dengan metode “cocoon”, yakni teknik menyungkup beras dalam plastik. Metode ini mampu menjaga kualitas beras agar tidak turun mutu, namun biayanya pun cukup tinggi.

Menurut Buwas, penugasan PSO melalui pengadaan beras CBP seharusnya dapat diiringi dengan jaminan beras tersebut akan disalurkan dan digunakan oleh pemerintah, sehingga tidak menimbulkan stok berlebih di gudang Bulog.

Seperti diketahui, BUMN Pangan tersebut memang diberi penugasan untuk menjaga stok cadangan beras pemerintah (CBP) dalam batas 1 juta sampai 1,5 juta ton, sesuai dengan keputusan rapat koordinasi terbatas (rakortas) pada 28 Maret dan 27 Agustus 2018.

Ada pun Bulog dapat menyalurkan beras CBP melalui dua mekanisme, yaitu untuk Program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) atau operasi pasar dan bantuan bencana alam. Untuk menjalankan program KPSH itu, Bulog terlebih dahulu harus mendapat penugasan yang diputuskan dalam rakortas di Kemenko Perekonomian.

“Saat ini CBP justru menjadi ancaman buat Bulog, di satu sisi kami ingin menyerap produksi dalam negeri untuk mempertahankan stok CBP, tapi di sisi lain tidak ada jaminan beras ini akan digunakan Pemerintah,” kata dia.

Buwas menambahkan bahwa biaya pemeliharaan beras di gudang biasa cukup tinggi karena harus dilakukan fumigasi untuk mengendalikan hama dan kutu beras.

Dengan jumlah gudang Bulog yang tersebar di 463 lokasi seluruh wilayah Indonesia, Buwas menilai biaya pemeliharaan akan menjadi ancaman keuangan Bulog jika beras harus disimpan terlalu lama.

“Costnya mahal, memang tidak seimbang kalo kita gunakan (penyimpanan), maka kuncinya adalah bagaimana hulu dan hilir bisa berjalan,” kata Buwas. (Red)

ShareTweetSend
Previous Post

Kalau Mau Petani Sejahtera Pemerintah Harus Bisa Menahan Diri

Next Post

PWI Doakan Karir Brigjen TNI Zulkifli Cemerlang Sampai Bintang Empat

Related Posts

4 Pendekar Silat UM Jambi Tempur di The 1st Muhammadiyah Games 2026, Rektor Janjikan Bonus

4 Pendekar Silat UM Jambi Tempur di The 1st Muhammadiyah Games 2026, Rektor Janjikan Bonus

12 Mei 2026
Gubernur Al Haris: Kita Ingin Sepakbola Jambi di Tingkat Nasional

Viral Al Haris Minta Rp400 Juta, Elas Anra Dermawan Sebut Sudah Damai Secara Kekeluargaan dan Tidak Ada Kaitan

10 Mei 2026
Sesama Tersangka Sejak Desember, Varial Dibui Polda Jambi, Amrizal Ditangani Polda Sumbar Masih Duduk Empuk, Tokoh Kerinci: Jangan Pilih Kasih

Sesama Tersangka Sejak Desember, Varial Dibui Polda Jambi, Amrizal Ditangani Polda Sumbar Masih Duduk Empuk, Tokoh Kerinci: Jangan Pilih Kasih

9 Mei 2026
Dinilai Tumpang Tindih, Bansos Jokowi di Benahi

Ekonomi Jambi Tumbuh 4,33%, Pengangguran Turun Jadi 3,99%, Ketimpangan Gender Membaik

5 Mei 2026
Kasus Injak-injak Dunia Pendidikan Jadi Tersangka, Varial Adhi Dibui, Amrizal Masih Ngantor di DPRD

Kasus Injak-injak Dunia Pendidikan Jadi Tersangka, Varial Adhi Dibui, Amrizal Masih Ngantor di DPRD

5 Mei 2026
Jejak Fadhil Arief Bangkitkan Batang Hari, Dari Lesu ke Bernyawa

Jejak Fadhil Arief Bangkitkan Batang Hari, Dari Lesu ke Bernyawa

1 Mei 2026
  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • DEMOKRASI
  • EKONOMI
  • MILENIAL
  • PENDIDIKAN

© 2024 PT Aksi Indah Pratiwi. All Rights Reserved. | Aksipost.com

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In